Akhirnya dengan upaya tersebut didukung pendekatan dan komunikasi dengan pemerintah pusat, pada tahun 2022 Bali kembali membuka pintu masuk bagi wisatawan mancanegara dan berdampak pada pemulihan perekonomian.
Pada tahun 2020 Bali mengalami pertumbuhan negatif atau kontraksi hingga -9,31 persen, dan pada tahun 2021 masih -2,47 persen. Pada tahun 2022 kondisi perekonomian mulai membaik ditandai dengan pertumbuhan positif di Triwulan I meningkat 1,43 persen, Triwulan II 3,05 persen, dan Triwulan III 8,09 persen (yoy).
Wayan Koster juga menyebut, pemulihan pariwisata dan perekonomian Pulau Dewata turut didukung oleh pelaksanaan rangkaian G20, yang berkontribusi besar dalam hal promosi.
"G20 wadah promosi luar biasa untuk Bali di dunia internasional, jadi kita tidak perlu keluar uang tapi nama Bali makin kuat," kata dia di Panggung Terbuka Ardha Chandra, Taman Budaya, Denpasar.
(Salman Mardira)