Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Presiden Xi Jinping Tanggapi Kondisi Covid-19 di China yang Menggila

Vivin Lizetha , Jurnalis-Selasa, 27 Desember 2022 |11:20 WIB
Presiden Xi Jinping Tanggapi Kondisi Covid-19 di China yang Menggila
Presiden China Xi Jinping tanggapi lonjakan kasus Covid-19 di China. (foto: Istimewa)
A
A
A

SETELAH hampir sebulan kebijakan nol-Covid di Beijing dicabut, akhirnya Presiden China Xi Jinping tampil ke publik dengan memberikan kata sambutan.

Ia menyampaikan bahwa China saat ini tengah menghadapi babak baru dari pandemi Covid.

"Saat ini, pencegahan dan pengendalian COVID-19 di China menghadapi situasi baru dan tugas baru," kata Xi dalam CCTV yang dikutip dari DW.

 Covid-19 di China

Dalam kata sambutannya ia juga mendesak dilakukannya "kampanye kesehatan patriotik." Ini bertujuan untuk melindungi kehidupan, keselamtan, dan kesehatan masyarakat China.

"Kita harus meluncurkan kampanye kesehatan patriotik dengan cara yang lebih bertarget... perkuat garis pertahanan komunitas untuk pencegahan dan pengendalian epidemi, dan secara efektif melindungi kehidupan, keselamatan, dan kesehatan masyarakat," katanya.

Di lain kesempatan, Komisi Kesehatan Nasional China pada hari Minggu (25/12/2022) mengatakan akan berhenti menerbitkan angka COVID-19 harian. Mereka mengatakan tugas tersebut akan didelegasikan ke departemen lain di bawahnya.

Komisi kesehatan hanya mencatat enam kematian akibat COVID-19 bulan ini, sehingga jumlah resmi negara menjadi 5.241.

Angka tersebut sebagian besar diperdebatkan karena ada banyak laporan dari keluarga kerabat yang meninggal di negara berpenduduk lebih dari 1,4 miliar orang itu.

Setelah strategi nol Covid dicabut, bangsa ini sekarang menghadapi wabah yang meluas yang telah dialami negara lain. Pakar kesehatan Inggris memperkirakan bahwa China mengalami lebih dari satu juta infeksi dan hampir 5.000 kematian setiap hari.

Para peneliti di sebuah lembaga kesehatan di University of Washington di Seattle memperkirakan 1 juta kematian di China hingga akhir 2023.

Saat ini tengah berupaya menggenjot vaksinasi orang tua. Jutaan orang tidak melakukan vaksinasi pertama karena mereka menghadapi sedikit risiko infeksi sebelum lonjakan kasus terbaru.

Para lansia juga tetap enggan mengingat potensi efek samping dari vaksin Covid-19.

(Vivin Lizetha)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement