KONSUMSI suplemen jadi pilihan banyak orang untuk menjaga kesehatan dan stamina. Apalagi di masa pandemi saat ini, di tengah gempuran banyak virus dan penyakit.
Vitamin, mineral, herbal, dan probiotik adalah semua jenis suplemen yang bisa membantu menyokong kesehatan. Dalam konsumsinya, kita memang bisa mengonsumsi kombinasi suplemen. Tetapi ada kombinasi dari suplemen tertentu yang tidak boleh dikonsumsi, karena kadang-kadang bahan dalam suplemen tertentu bisa mengubah tes laboratorium atau memiliki efek negatif selama operasi.
Risiko yang mungkin timbul akibat mengonsumsi suplemen dapat meningkat jika kita mengonsumsi lebih dari satu suplemen. Suplemen mungkin berinteraksi tidak hanya satu sama lain, tetapi juga dengan obat yang mungkin Anda minum.
Itu sebabnya mengetahui potensi interaksi suplemen itu penting. Melansir Health, Selasa (27/12/2022) yang sudah ditinjau secara medis oleh ahli diet tersertifikasi, Allison Herries, RDN, berikut tiga kombinasi suplemen yang harus dihindari.
1. Magnesium dan kalsium: Menggabungkan kedua mineral ini, dikatakan bisa menyebabkan penyerapan magnesium justru jadi menurun, jika mengonsumsi kalsium dengan dosis sangat tinggi (2600mg setiap hari). Dianjurkan agar orang yang berisiko tinggi kekurangan magnesium yang mengonsumsi suplemen kalsium, mengonsumsi suplemen kalsium pada waktu tidur, bukan saat makan. Itu karena mengonsumsi suplemen kalsium selama makan bisa berdampak negatif pada berapa banyak magnesium diet yang dikonsumsi.
2. Vitamin C dan copper (tembaga): Vitamin C memproduksi kolagen, protein yang membantu penyembuhan luka dan berguna untuk kulit. Mineral tembaga yang ada dalam produksi energi dan membantu menciptakan jaringan ikat manusia, yang memberi struktur pada tubuh. Orang dengan penyakit kardiovaskular bisa mengonsumsi suplemen tembaga karena telah terbukti membantu mengubah kadar lipid darah, menurunkan risiko penyakit kardiovaskular aterosklerotik.
Ada beberapa bukti bahwa mengonsumsi vitamin C dalam jumlah tinggi (lebih dari 1.500 mg) justru bisa mengurangi penyerapan mineral copper tersebut. Temuan ini didasarkan pada penelitian yang dilakukan di kalangan pria muda, namun disebutkan kemungkinan besar hal ini hanya memengaruhi orang yang asupan tembaganya rendah.
3. Iron (zat besi) dan teh hijau: Mengonsumsi kombinasi teh hijau dengan zat besi, bisa mengurangi penyerapan mineral. Meski pun efeknya mungkin tidak signifikan bagi kebanyakan orang, jika memilih untuk tetap meminum keduanya, sebisa mungkin pertimbangkan untuk meminumnya pada waktu yang berbeda ya!
BACA JUGA:Mengenal Asal Usul Penamaan Vitamin yang Selalu Diikuti Alfabet
BACA JUGA:7 Manfaat Vitamin B Kompleks, Penting untuk Testosteron hingga Ibu Hamil
(Rizky Pradita Ananda)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.