PERIODE liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) banyak dimanfaatkan masyarakat Indonesia untuk berwisata.
Terkait aktivitas dan mobilitas masyarakat yang diprediksikan meningkat, karena banyak pergerakan di masa libur Nataru ini. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan RI, dr. Siti Nadia Tarmizi, M. Epid mengingatkan kalau syarat vaksinasi booster bukan hanya untuk berwisata, tapi juga perjalanan dalam dan luar negeri.
Aturan kebijakan ini diketahui sudah resmi tertuang dalam Surat Edaran NOMOR : HK.02.02/II/3984/2022 tentang KESIAPSIAGAAN MENGHADAPI LIBUR HARI RAYA NATAL TAHUN 2022 DAN TAHUN BARU 2023.
"Sesuai SE, dan merupakan syarat pelaku perjalanan harus sudah boster kalau akan melakukan perjalanan dalam negeri, bukan hanya untuk liburan," ujar dr. Nadia kala dihubungi MNC Portal, baru-baru ini.
Dokter Nadia mengingatkan syarat vaksin booster Covid-19 (dosis ketiga) ini, bukan hanya untuk pendamping anak-anak, tapi seluruh pelaku perjalanan. SE di atas dikeluarkan sebagai langkah antisipasi pencegahan dan pengendalian pandemi Covid-19.
Maka dari itu, disampaikan oleh Direktur Pelayanan Kesehatan Primer Kemenkes, dr. Yanti Herman, Kemenkes akan menyediakan menyediakan 14.641 sarana kesehatan di jalur mudik Nataru, ditambah dengan pelayanan vaksinasi, khususnya vaksinasi booster, baik di beberapa pos Kesehatan dan puskesmas.
"Menghadapi libur Nataru tahun ini, sejumlah fasyankes telah kami siagakan di seluruh jalur mudik. Total ada sekitar 14.641 sarana kesehatan sudah kami siapkan, terdiri dari 901 Pos Kesehatan, “ ujar dr. Yanti dikutip dari laman Sehat Negeriku Kemenkes, Jumat (23/12/2022).
“10.321 Puskesmas, 3.117 RS, 51 Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), dan 251 Public Safety Center (PSC) 119,” imbuhnya.
Kemenkes sendiri memprediksi akan terjadi lonjakan mobilisasi masyarakat sebesar 16,35 persen dari jumlah penduduk Indonesia dan diprediksi terjadi pergerakan masyarakat dari wilayah Jabodetabek mencapai 16,5 persen atau sekitar 7,1 juta orang di momen liburan Nataru tahun ini.
BACA JUGA:Jelang Perayaan Natal, Ini Imbauan Kemenkes Buat Gereja
BACA JUGA:Lonjakan Mobilisasi Masyarakat Diprediksi 16,35 Persen di Libur Nataru, Dokter Paru: Kalau Sakit, Mundur!
(Rizky Pradita Ananda)