Sementara itu, dari keterangan pihak berwajib China pada Selasa 20 Desember lalu, diketahui bahwa hanya orang yang meninggal secara langsung karena gagal pernapasan yang disebabkan oleh virus penyebab Covid-19 lah yang sekarang akan dihitung dalam statistik kematian akibat Covid-19. Perubahan kriteria dalam pencatatan kematian akibat virus ini, membuat sebagian besar tidak dihitung lagi.
Disebutkan lebih lanjut, ada banyak mobil jenazah mengantri di luar pusat krematorium Beijing pada hari Rabu, di hari ketika China melaporkan tidak ada kematian baru akibat Covid-19.
Terkait kondisi ini, WHO mengatakan siap bekerja sama dengan China untuk memperbaiki cara China dalam mengumpulkan data seputar faktor kritis seperti rawat inap dan kematian terkait Covid-19.
BACA JUGA:Penasihat WHO: Potensi Gelombang Baru Covid-19 di China, Bisa Jadi Kartu Liar Status Pandemi
BACA JUGA:Covid-19 Ngegas Lagi, Warga New York Didesak Kembali Pakai Masker
(Rizky Pradita Ananda)