MENGUAK alasan kenapa waktu Natal menggantung kaus kaki. Menggantung kaus kaki memiliki makna mendalam bagi umat Kristiani pada perayaan Natal.
Kehangatan semakin terasa kala menghias pohon Natal. Anak-anak akan berebut menggantungkan hiasan Natal seperti bintang dan kaus kaki natal. Menggantung kaus kaki saat Natal ternyata memiliki sejarah panjang.
Beberapa legenda menghubungkan penggantungan kaus kaki dengan orang atau peristiwa yang berbeda. Lantas apa alasan umat Kristiani menggantung kaus kaki saat Natal? Ternyata ini alasan kenapa waktu Natal menggantung kaus kaki.
1. Peringatan Hari Santo Nikolas
Menggantung kaus kaki merupakan tradisi untuk memperingati hari Santo Nikolas pada 5 Desember. Santo Nikolas adalah seorang uskup yang berasal dari Myra. Ia adalah Santo yang baik dan mengasihi anak-anak
Pada perayaan Santo Nikolas, anak-anak akan menggantungkan sepatu dekat perapian. Santo Nikolas akan datang mengisi kaus kaki itu dengan suguhan dan pernak-pernik kecil.
2. Cerita dari Belanda
Legenda menggantung kaus kaki terkenal di Belanda sejak abad ke-16. Anak-anak menyuguhkan makanan dan menggantung kaus kaki dekat perapian dengan memasukan jerami di dalamnya. Jerami itu merupakan makanan rusa milik sinterklas.
Sebaliknya, Sinterklas akan meninggalkan hadiah untuk anak-anak. Sinterklas akan meninggalkan sepatu kayu atau hadiah lainnya.
3. Kisah Saudagar Kaya
Sebuah kisah populer menceritakan seorang saudagar kaya yang memiliki tiga orang putri. Semenjak istrinya meninggal, saudagar jatuh miskin dan tidak dapat memenuhi kebutuhan hidupnya.
Harta kekayaannya selama ini habis untuk menutupi kesedihannya. Ketika anak perempuannya akan menikah, saudagar itu tidak memiliki uang untuk mahar.
Santo Nikolas mendengar kabar itu dan berniat untuk membantu. Sayangnya, saudagar itu terlalu sombong menerima bantuan. Oleh karena itu, Santo Nikolas melemparkan tiga kantong koin emas melalui cerobong asap.
Putri saudagar itu kebetulan menjemur kaus kaki dekat perapian agar cepat kering. Emas mendarat di dalam kaus kaki. Dari situ awal mula tradisi menggantung kaus kaki berasal.

4. Penyihir Baik dari Italia
Dongeng dari Italia menceritakan penyihir baik bernama La Befana. Anak-anak sudah mempersiapkan kedatangan La Bafana dengan menggantungkan kaus kaki pada tanggal 5 Desember.
Penyihir itu akan mendatangi rumah-rumah untuk memberikan hadiah kepada anak baik pada hari Natal. Sedangkan, anak-anak nakal akan menerima batu kerikil dari La Befana.
Demikian alasan kenapa waktu Natal menggantung kaus kaki.
(Salman Mardira)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.