“Kalau carrier ketemu dengan carrier karir, nanti bisa thalesemia mayor, walaupun statusnya berbeda bisa jadi muncul (menurunkan), “ imbuh Drg. Safarina.
Mengutip siaran media resmi Kemenkes, jika seseorang mengidap thalasemia mayor, maka ia akan membutuhkan transfusi darah secara rutin seumur hidup dengan frekuensi 2 sampai 4 minggu sekali.
Lantas apakah Thalasemia ini bisa dicegah? Dikutip dari Healthline, Senin (19/12/2022) thalasemia yang merupakan kelainan genetik, tidak ada cara untuk mencegahnya. Namun, tetap ada cara kita bisa mengelola penyakit ini untuk membantu mencegah terjadinya komplikasi contohnya anemia, yakni dengan konsultasi bersama dokter dan melakukan pemeriksaan kesehatan pra nikah.
Komplikasi dari thalasemia, contohnya anemia sendiri dilansir dari laman resmi Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) bisa berkembang jadi anemia berat yang bisa merusak organ dan menyebabkan kematian.
(Rizky Pradita Ananda)