Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Biaya Wisata Selangit, Masih Mau Liburan ke Bhutan?

Dita Mawanda , Jurnalis-Jum'at, 16 Desember 2022 |16:30 WIB
Biaya Wisata Selangit, Masih Mau Liburan ke Bhutan?
Salah satu objek wisata di Bhutan (Foto: Instagram/@drukasia)
A
A
A

SEMUA negara tentunya memiliki daya tarik tersendiri untuk menggaet para turis masuk ke wilayah mereka, bahkan pendapatan negara pun juga tergantung dari berapa banyak turis yang berkunjung ke negaranya.

Tapi, hal menarik dan sangat berbeda dari negara lainnya yang berupaya membuat para turis berdatangan dengan beberapa pengeluaran minim justru sebuah negara kecil memberikan program perjalanan yang cukup besar untuk para turis yang ingin berjelajah di sini.

Negara kecil di Asia Selatan, Bhutan merupakan negara yang membuat para turis harus bersiap menguras dompet mereka ketika datang ke sini.

Bhutan baru-baru ini mengubah program Biaya Pembangunan Berkelanjutan awal tahun ini, Anda akan dikenakan biaya USD200 atau sekitar Rp3 juta lebih untuk setiap hari menginap.

BACA JUGA: Tradisi Unik Pria Menyelinap ke Kamar Kekasih di Bhutan, Ngajak Begituan lalu Dinikahi

Bhutan

Biaya itu hanya untuk penginapan belum termasuk fasilitas makan dan sebagainya, terhitung pengeluaran dalam seminggu akan menelan biaya lebih dari USD2.000 atau Rp31 juta lebih hanya untuk berada di Bhutan. Hal itulah yang menjadi negara ini termahal di dunia, dalam hal visa.

Pengenaan biaya yang sangat tinggi, nyatanya tak terlalu dipikirkan oleh negara Bhutan. Negara kecil ini tidak terlalu peduli jika turis mau berkunjung atau tidak.

Seorang traveler sedang ditugaskan untuk meliput kisah jalur pendakian jarak jauh terbaru di sana, ia menjadi tamu G Adventure dan Biaya Pembangunan Berkelanjutan-nya dibebaskan oleh pemerintah Bhutan.

Dia bercerita, jika dia sempat duduk bersama dengan Perdana Menteri Bhutan, Lotay Tshering terkait negaranya, atraksi, dan khususnya biaya masuk baru USD300 per hari (Rp4 juta lebih). Pertanyaan traveler tersebut; “Bagaimana Anda berencana menjual negara Anda ke dunia?”

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement