ISTILAH fuckboy memang tengah banyak diungkapkan oleh kaum milenial. Istilah ini muncul untuk disematkan pada para pria yang hanya ingin mendapatkan tubuh para perempuan tanpa adanya kemauan untuk berkomitmen.
Biasanya, mereka yang dijuluki fuckboy memang identik dengan tidak mau berkomitmen, jarang memikirkan masa depan, dan sukanya party sana-sini. Tapi, apakah pacaran dengan orang seperti itu memiliki efek buruk bagi pasangannya?
"Kita tidak bisa men-generalisasikan semua orang sama. Mungkin saja Anda beranggapan pacaran sama fuckboy bikin mental rusak, tapi percaya enggak kalau ada perempuan yang malah merasa happy pacaran dengan fuckboy," kata Psikolog Sosial Endang Mariani saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan.

Artinya, si perempuan tidak merasa salah atas keputusannya memacari pria fuckboy. Dengan pilihannya itu, dia malah bahagia dan merasa lebih hidup. Kalau sudah begini, kata Endang, kembali kepada para pasangannya.
Dengan kata lain, setiap manusia itu punya kebutuhan yang berbeda-beda, termasuk soal kebutuhan jasmaninya. Meskipun sebagian besar dari kita beranggapan jika sikap fuckboy menyakitkan hati, tapi ada loh para perempuan yang malah menikmatinya.
Menjadi perhatian kita sekarang adalah bukan apakah benar atau tidak pacaran dengan fuckboy, sambung Endang, melainkan bisa menyadari gejala yang muncul dalam diri ketika berhubungan dengan fuckboy.
Salah satu tandanya, ketika Anda awalnya baik-baik saja pacaran dengan fuckboy, namun berjalannya waktu, Anda merasa stres, depresi, aktivitas sehari-hari jadi terganggu, pekerjaan terbengkalai, dan masalah lainnya. Kalau sudah tanda-tanda seperti itu, disarankan segera mencari bantuan profesional.
Pasalnya, kondisi tersebut berarti ada masalah mental yang perlu diperbaiki dari orang tersebut. "Di sini saya tegaskan sekali lagi bahwa kalau mau menjalin hubungan serius dan jangka panjang tentu cari orang yang punya prinsip seperti itu. Tapi, yang namanya manusia itu kompleks dan karena keunikannya itu ada orang yang malah happy menjalin hubungan dengan fuckboy," tambahnya.
"Konsep cinta masing-masing orang itu spesial dan unik. Jadi, kita sebagai orang luar hanya bisa memberi waktu dan tempat sekiranya perempuan yang cinta dengan fuckboy membutuhkan space untuk mengutarakan isi hatinya," ujar Endang Mariani.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.