NIKITA Mirzani mengaku mengalami pengapuran sendi, yang membuat lehernya nyeri hingga dirinya sulit untuk menoleh.
Kondisi kesehatannya ini, diungkap Nikita saat hadir di persidangan lanjutan kasus dugaan pencemaran nama baik yang melibatkan dirinya di Pengadilan Negeri (PN) Serang, Banten, hari ini.
"Iya di leher ada pengepuran, kemarin mau ketemu dokter, mau dijelasin karena tulangnya nomor 4 sama nomor 5 keluar, makannya sebelah sini menonjol," kata Nikita Mirzani dalam ruang sidang di Pengadilan Negeri (PN) Serang, Banten, Senin (12/12/2022).
Gejala dari sakit leher ini sendiri meliputi rasa nyeri yang sering diperparah dengan menahan kepala di satu tempat dalam waktu lama (contohnya mengemudi atau bekerja di depan komputer), tegang, kejang otot, penurunan daya kemampuan menggerakkan kepala, hingga sakit kepala.
Selain pengapuran sendi seperti yang dialami Nikita, masih banyak penyebab timbulnya rasa nyeri di leher. Meski memang kondisi sakit di leher adalah situasi biasa yang sering terjadi dan jarang menjadi gejala dari masalah kesehatan yang lebih serius. Bukan artinya, nyeri di leher bisa disepelekan dan tak diobati.
Supaya penanganan dan pengobatannya tepat, maka harus tahu dulu apa saja penyebabnya. Berikut ulasan singkat, berbagai penyebab nyeri di leher, sebagaimana menukil Mayo Clinic.
1. Strain otot (otot tegang): Ketegangan otot di area leher ini bisa dipicu karena pemakaian leher yang berlebihan, seperti terlalu banyak berjam-jam membungkuk di depan komputer atau menunduk melihat ponsel. Jangan salah! Bahkan hal-hal kecil, seperti membaca di tempat tidur, dapat membuat otot leher tegang loh!