Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Red Flag! Ini 4 Tanda Menstruasi Berbahaya

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Kamis, 08 Desember 2022 |04:00 WIB
Red Flag! Ini 4 Tanda Menstruasi Berbahaya
Ilustrasi menstruasi berbahaya. (foto: Freepik)
A
A
A

MENSTRUASI adalah siklus yang rutin terjadi pada wanita puber yang tidak sedang hamil. Umumnya berlangsung selama empat hingga tujuh hari.

Jarak antara siklus menstruasi tiap bulannya rata-rata 21 hingga 35 hari. Meski tiap wanita memiliki siklus dan durasi haid yang berbeda, namun hampir sebagian wanita memiliki pola yang hampir sama.

tanda menstruasi berbahaya

Nah, menstruasi yang berbahaya salah satunya adalah jika menstruasi kurang dari 21 hari atau lebih dari 35 hari baru menstruasi kembali. Tak hanya itu, aliran menstruasi lebih banyak atau bahkan terlalu sedikit dari normalnya.

Menstruasi berbahaya atau abnormal pun terbagi dalam beberapa kelompok. Artinya, kondisi ini bisa terjadi dalam beberapa tipe, tergantung dari gejala atau tanda yang muncul.

Dilansir dari Cleveland Clinic, berikut ulasan selengkapnya soal tanda-tanda menstruasi yang berbahaya dan cara mengatasinya.

1. Amenore

Ini adalah kondisi menstruasi berhenti mendadak. Ditandai dengan tidak adanya menstruasi dalam kurun waktu 90 hari atau lebih. Ada pengecualian yaitu untuk wanita yang hamil, menyusui, atau memang menopause yang umumnya terjadi pada wanita berusia 45 hingga 55 tahun.

Wanita muda yang sampai usia 15 atau 16 belum juga menstruasi setelah payudara mulai berkembang juga dianggap mengalami amenore.

2. Oligomenore

Kondisi menstruasi yang jarang terjadi atau tidak konsisten 'datangnya.'

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement