Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengenal Midodareni, Salah Satu Prosesi Adat Pernikahan Kaesang dan Erina Gudono

Wiwie Heriyani , Jurnalis-Senin, 05 Desember 2022 |18:15 WIB
Mengenal Midodareni, Salah Satu Prosesi Adat Pernikahan Kaesang dan Erina Gudono
Kaesang dan Erina, (Foto: Instagram @erinagudono)
A
A
A

PASANGAN Kaesang Pangarep dan Erina Gudono sebentar lagi diketahui akan melangsungkan pernikahan. Gelaran akad nikah akan diselenggarakan pada Sabtu, (10/12/2022).

Serangkaian prosesi adat dilakukan sebelum perhelatan akad nikah, salah satunya yakni prosesi Midodareni yang memang banyak dilakukan para calon pengantin adat Jawa.

Menghimpun berbagai sumber, prosesi Midosareni merupakan serangkaian upacara yang dijalani pada pernikahan adat Jawa. Asal kata Midodareni, berasal dari kata widodari atau bidadari yang turun dari langit. Tradisi ini berasal dari legenda Jaka Tarub dan Nawangwulan.

Pada malam Midodareni, diyakini akan ada bidadari yang turun dari kayangan menghampiri kediaman calon pengantin wanita. Konon ceritanya, kemunculan bidadari menyambangi kediaman si calon pengantin wanita ini bisa menyempurnakan aura dan kecantikan sang calon pengantin wanita.

Secara tahapan, Midodareni dilakukan setelah mempelai melakukan upacara siraman, yang merupakan tahap pembersihan bagi kedua calon pengantin sebelum hari sakral pernikahan.

Prosesi Midodareni umumnya juga akan melakukan pemberian seserahan, momen ketika calon mempelai pria datang bersama keluarga besar ke kediaman pengantin wanita dengan mengenakan busana Jawa beskap landung atau surjan (untuk adat Jogja) tanpa keris.

Sang calon pengantin pria beserta keluarga besar datangv dengan membawa seserahan untuk sang calon pengantin wanita berupa pakaian, alas kaki, kosmetik, buah-buahan dan makanan, biasanya disesuaikan dengan keinginan sang mempelai wanita.

Seserahan tidaklah sama seperti peningset dan bukanlah sebuah keharusan melainkan tanpa kasih ikatan kekeluargaan. Seserahan ini akan diserahkan oleh wakil dari pihak calon pengantin pria kepada ibu mempelai wanita dan untuk selanjutnya disimpan di kamar pengantin.

Susunan prosesi Midodareni sendiri terdiri dari empat tahap, yang pertama ada Jonggolan (Nyantri) laluh Tantingan, dilanjutkan dengan tahapan ketiga yaitu pembacaan dan penyerahan Catur Wedha dan terakhir ada Wilujengan Majemukan.

 BACA JUGA:Viral Toko Jual Sepatu Bekas untuk Puaskan Fetish, Ada Banyak yang Beli!

BACA JUGA:Jelang Pernikahan Kaesang-Erina, Ini Makna dan Filosofi Siraman Pengantin Jawa

(Rizky Pradita Ananda)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement