"Saya tidak mendukung tindakan ini, (memakan biji pepaya)," tutur dr. Schaffner.
Lebih lanjut dr. Schaffner mengatakan, bahwa sebenarnya kita tidak bisa hanya dengan melihat tinja dan langsung bisa melihat dan mengenali parasit. Ini adalah asumsi yang sangat salah, karena sebetulnya banyak parasit yang terlalu kecil untuk dilihat oleh mata telanjang
"Terkecuali ada sejenis cacing usus yang disebut ascaris, bentuknya sebesar kelingking Anda," jelas Dr. Schaffner.
Memang, jika merujuk pada studi BMC Complementary Medicine and Therapies, lewat penelitian yang dilakukan dengan menggunakan tepung jagung yang diperkaya dengan biji pepaya, untuk dikonsumsi sebagai bubur makan siang sekolah pada 326 orang anak di Afrika.
Disebutkan, dua bulan setelahnya, bubur biji pepaya itu mengurangi kebaradaan parasit pada tinja anak sebesar 63,9 persen. Peneliti menyimpulkan, bahwa biji pepaya memiliki efek positif dalam memerangi parasit pada anak.
Namun disebutkan tapi penelitian tersebut tidak begitu kuat dengan bukti ilmliah terbilang lemah. Sehingga sebaiknya, Anda tidak sembarangan langsung mengonsumsi biji pepaya untuk mengusir parasit usus ya!
BACA JUGA:China Akhirnya Longgarkan Aturan Covid-19 Pasca Demo Besar-besaran
BACA JUGA:Keempat Terbanyak di Indonesia, Kenapa Kasus Kanker Kolorektal Tinggi?
(Rizky Pradita Ananda)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.