3. Positif HIV-AIDS tak bisa punya anak: Orang dengan HIV-AIDS, tetap bisa punya anak. Dengan pengobatan untuk HIV sudah sangat maju, jika pasien wanita meminum obat HIV setiap hari seperti yang direkomendasikan dokter selama masa kehamilan termasuk melahirkan, dan melanjutkan pengobatan untuk bayinya selama 4 sampai 6 minggu setelah kelahiran, risikonya penularan HIV ke bayi bisa berkurang 1 persen atau kurang.
4. Positif HIV otomatis AIDS: HIV memang infeksi yang menyebabkan AIDS, tapi ini tak berarti semua orang yang positif HIV pasti juga mengidap AIDS. AIDS adalah sindrom penurunan sistem kekebalan tubuh yang disebabkan oleh HIV, yang menyerang sistem kekebalan tubuh dari waktu ke waktu dan berhubungan dengan melemahnya respon kekebalan tubuh dan infeksi oportunistik. AIDS sendiri bisa dicegah dengan pengobatan dini infeksi HIV.
5. Bisa tertular jika di dekat orang positif: Ini benar-benar mitos yang keliru, karena seseorang tak akan terinfeksi HIV-AIDS hanya karena berdekatan dengan orang posif HIV-AIDS.
Harus diingat kalau HIV AIDS itu tidak menyebar dan menular melalui sentuhan, air mata, keringat, air liur, atau kencing. Seseorang tak akan terinfeksi, hanya karena menghirup udara yang sama, menyentuh dudukan toilet atau gagang pintu, pakai peralatan olahraga di gym, atau berjabat tangan bahkan berpelukan dengan pasien positif. Sebab, media penularannya dalah dari darah yang terinfeksi, air mani, cairan vagina, atau ASI.
BACA JUGA:Suka Tidur dengan Teman Kencan Berbeda-beda, Ingat Vaksin HIV Belum Ada!
BACA JUGA:Apa Benar Pengidap HIV Pasti Kena AIDS?
(Rizky Pradita Ananda)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.