Masuk ke dalam, pengunjung bisa melihat puluhan becak kayuh yang siap mengantarkan pengunjung berkeliling pulau dengan harga terjangkau.
Sepanjang mata memandang di Belakang Padang, tidak terlihat kendaraan roda empat berlalu lalang, kecuali mobil ambulans dan armada pemadam kebakaran yang digunakan saat dibutuhkan.
Transportasi dominan menggunakan kendaraan roda dua, sedangkan transportasi umum hanya ada becak kayuh. Hal itu karena ruas jalan di Belakang Padang tidak cukup lebar untuk dilalui kendaraan roda empat.
(Foto: ANTARA/Yude)
Bahkan anggota kepolisian dan TNI yang bertugas di sana hanya dibekali dengan sepeda untuk melakukan patroli berkeliling di pulau tersebut.
Selain transportasi yang unik, suasana perdesaan di Belakang Padang masih bisa dirasakan. Begitu juga rumah-rumah di sana yang masih terlihat sederhana dan tradisional.
Pantainya pun indah walaupun hanya seluas lapangan voli. Begitu malam, pengunjung bisa menikmati indahnya pemandangan lampu kerlap-kerlip dari gedung-gedung pencakar langit Singapura. Warga Belakang Padang pun terbilang ramah terhadap wisatawan.