Namun, setelah mendarat, tunangannya tersebut menelponnya berkali-kali dan mengatakan untuk berhenti memanjakan anak-anaknya. Pada satu tahap, pria tersebut bahkan melibatkan ibunya.
“Dia pergi dengan anak-anaknya. Saya dan anak-anak saya ada di rumah. Dia tidak berhenti menelepon, mencoba mencaci maki saya, dan bahkan ibunya mengirim pesan agar saya harus egois dan berhenti mengajari anak-anak saya menjadi manja dan (merasa) berhak,” kata wanita tersebut.
“Dia mengatakan fakta bahwa saya rela melewatkan thanksgiving dengan keluarga, karena hal sepele menunjukkan karakter dan kepribadian, serta pola pikir saya yang sebenarnya.”
“Saya belum membalas, tapi saya merasa tidak enak. Haruskah saya membiarkannya dan pergi begitu saja?”
Banyak orang berpihak pada wanita itu. Mereka mengatakan dia berhak meninggalkan penerbangan tersebut, jika tunangannya tidak memperlakukan anak-anak mereka dengan setara.

“Dia mengirimkan pesan langsung bahwa anak-anak Anda bukan anggota keluarganya. Pikirkan kembali pernikahan ini,” tulis seseorang.
Sementara yang lain berkomentar agar semua orang masuk kelas satu atau semua anak ke kelas ekonomi. Pria tersebut harus memperlakukan semua anak dengan adil.
Meskipun sebagian besar tanggapan mendukung tindakan wanita itu, tidak semua orang marah seperti dia atas situasi tersebut.
“Sejujurnya, saya tidak berpikir mereka ditempatkan di kelas ekonomi sebagai masalah yang besar,” kata seseorang.
Sementara itu, wanita ini mencampakkan pacarnya, setelah ibunya menolak membayar penerbanga kelas satu.
Dan penumpang ini mengupgrade tiket pasangannya yang tidak tahu terima kasih, hanya untuk memberitahunya bahwa dia salah.
(Salman Mardira)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.