SEBAGAI penumpang yang baru pertama kali melakukan penerbangan, biasanya kerap melakukan banyak kesalahan di penerbangan. Bahkan bagi seorang pelancong sekalipun, juga pasti pernah melakukannya.
Mengutip The Sun, seorang pramugari mengungkapkan kesalahan yang sangat umum dilakukan penumpang yang membuat mereka marah saat penerbangan.
Seorang TikToker dengan akun @allycase1, menggambarkan dua awak kabin memparodikan masalah yang selalu mereka hadapi setiap hari.
Tak jelas di maskapai penerbangan apa, namun keduanya tak bisa untuk tidak mengolok-olok sesuatu yang begitu sederhana.
Dengan ratusan penerbangan tertunda setiap hari dan beberapa di antaranya selama 12 jam, setiap penumpang perlu menggunakan kamar mandi di beberapa titik. Akan tetapi, pintu itu seolah 'membiarkan' orang untuk tidak memakainya.

Pramugari Ally memposisikan dirinya sebagai penumpang yang ingin menggunakan toilet, ia lalu mendekati rekannya seraya bertanya: "Maaf, apakah ini kamar mandi?"
“Oh ya, tepat di sana. Ya, di sana,” jawab rekannya tersebut.
Ketika 'penumpang' tadi tampak kesulitan membuka pintu, pramugari pun berkata: "Ya, dorong saja (pintunya),"
Video itu berdurasi sekitar satu menit dan rekan Ally berulang kali mengatakan "dorong saja".
Pintu yang bertuliskan 'dorong' tampaknya telah membingungkan banyak orang. Hal inilah yang kerap membuat penumpang keliru dalam membuka pintu toilet pesawat.
Desain pintu yang unik seringkali membuat orang kebingungan bagaimana membuka pintu toilet itu, meski sebenarnya sangat sederhana yakni hanya didorong.
Saat di dalam toilet pun demikian, penumpang lagi-lagi kerap bingung bagaimana mengunci dari dalam bahkan untuk keluar.

Namun tak perlu khawatir, awak kabin akan selalu membantu manakala ada penumpang yang kesulitan menggunakan kamar mandi pesawat.
Dalam ribuan komentar menanggapi unggahan tersebut, seorang pengguna berkata; "Saya tahu cara kerjanya, tetapi saya masih belum bisa membuatnya berfungsi ketika saya sampai di sana! Kecemasan itu nyata!"
Sementara yang lain menambahkan, "Saya ingat pertama kali saya menggunakannya, skenario yang sama," timpal yang lain.
(Rizka Diputra)