APA yang terbesit dalam pikiran Anda ketika mendengar Cappadocia? Pasti kumpulan balon udara dengan pemandangan perbukitan yang indah.
Potret balon udara tersebut ternyata banyak seliweran lho di media sosial, enggak heran jika lebih dari 3,6 juta wisatawan mengunjungi Cappadocia dalam 10 bulan pertama tahun ini.
Cappadocia sendiri merupakan sebuah kota di Turki, tepatnya di Provinsi Nevşehir, yang menjadi tempat tujuan populer para pelancong dari seluruh dunia.
Lebih dari itu, tempat ini juga dikenal sebagai ‘Negeri Dongeng dari Turki’ karena keindahan alam Cappadocia membuat tempat itu terlihat ajaib, seperti di negeri dongeng.
Nah selain dari balon udaranya yang ikonik, Cappadocia juga memiliki ciri khas lain yang membuatnya seperti negeri dongeng di dunia nyata. Wah kira-kira apa saja ya? Berikut ulasannya.
Cerobong peri
Cerobong peri atau hoodoo adalah salah satu aspek menarik dari tempat bersejarah ini. Bahkan tempat ini telah menjadi bagian dari Situs Warisan Dunia UNESCO di Taman Nasional Göreme dan Situs Batu Cappadocia sejak 1985.

(Foto: Instagram/@niyazigenca)
Cerobong ini terbentuk karena adanya bencana alam, yang menghasilkan material vulkanik sekitar sembilan sampai tiga juta tahun yang lalu. Lalu proses ini juga dibantu dengan angin dan hujan yang menerpa bagian-bagian bukit, sehingga membentuk seperti cerobong peri seperti sekarang ini.
Sebutan 'hoodoo' untuk cerobong peri ini, diambil dari masyarakat sekitar Cappadocia yang menyebutnya dengan nama tersebut. Sekarang cerobong peri menjadi wilayah tanpa pemukiman, meskipun dulunya pernah berfungsi sebagai rumah para penduduk.
Kota bawah tanah Kaymakli
Kota ini tersembunyi di dalam benteng Kaymakli, tepatnya di desa Anatolia, sekitar 19 km dari Nevşehir. Dulunya tempat ini dipakai sebagai tempat berlindung para umat Kristiani saat masa Romawi.

(Foto: Instagram/@muratphoto1976)
Rumah-rumah di desa tersebut dibangun dari sekitar seratus terowongan kota bawah tanah. Terowongan ini sampai sekarang masih digunakan, sebagai tempat penyimpanan, istal (kandang kuda), dan ruang bawah tanah.
Terowongannya juga lebih rendah, sempit, dan curam. Lalu dari empat lantai yang terbuka untuk turis, setiap ruang diatur di sekitar poros ventilasi. Hal ini membuat desain setiap ruangan atau ruang terbuka bergantung pada ketersediaan ventilasi.