Infeksi saraf makin parah ketika terjadi kerusakan pada epitel hidung, yang menyebabkan otak tikus kemudian mulai melepaskan lebih banyak protein amiloid-beta sebagai respons terhadap infeksi.
Hal ini bisa membentuk plak di sekitaran otak. Hal ini dianggap bertanggung jawab atas banyak gejala AD. Seperti kehilangan ingatan, masalah bahasa, dan perilaku yang tidak dapat diprediksi.
Dilansir Medicalnewstoday, bakteri chlamydia pneumoniae ini sering terjadi saat Anda mengupil. Hal ini dikarenakan, sejenis bakteri dapat menginfeksi manusia dan menyebabkan pneumonia. Serta dapat berpindah dari proses mengupil dan mencapai otak melalui saluran penciuman.
Saraf penciuman sendiri mengarah langsung dari rongga hidung ke otak. Oleh karena itu, bakteri yang memasuki saraf penciuman dapat melewati sawar darah otak (SDO), yang biasanya menghentikan mereka mencapai otak dan menyebabkan Alzheimer.
(RIN)