"Ya, ini mendekati posisi seperti masa belum ada vaksin Covid-19,” kata Dicky saat dihubungi MNC Portal baru-baru ini.
Artinya, baik itu orang yang sudah divaksin sekalipun tetap bisa terinfeksi karena sifat dasar XBB dan hampir semua turunan Omicron itu mampu kabur dari kekebalan," sambungnya.
Dengan kata lain, disebut Dicky baik yang sudah divaksin lengkap primer dua dosis hingga dosis lanjutan ketiga (booster) atau tidak divaksin sama-sama tetap berisiko tetap terinfeksi.
“Tentu, risikonya akan lebih tinggi pada kelompok orang-orang yang belum divaksin sama sekali," tegas Dicky.
Menjadi bahaya, lanjutnya, adalah para penyintasa yang sudah positif terinfeksi Covid-19 dua kali. Pada kelompok ini, termasuk yang rentan terinfeksi Covid-19 sekarang.
Sebagai ahli epidemiologi, Dicky menilai kondisi ini semua menuntut kemampuan mencari kasus dilakukan cepat oleh pemerintah. Tujuan utamanya, tentu untuk mencegah penularan virus dan adanya kasus infeksi Covid-19 parah yang telat terdeteksi.
(Rizky Pradita Ananda)