Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

3 Bahaya Suka Tidur Tengkurap, Bikin Tegang Tulang Belakang Loh!

Kiki Oktaliani , Jurnalis-Sabtu, 12 November 2022 |18:00 WIB
3 Bahaya Suka Tidur Tengkurap, Bikin Tegang Tulang Belakang Loh!
dampak negatif tidur tengkurap untuk kesehatan, (Foto: Freepik)
A
A
A

SEBAGIAN orang lebih menyukai tidur dengan posisi tengkurap yang dirasa lebih nyaman dibandingkan tidur dengan posisi telentang.

Meski terasa enak dan nyaman, bahkan bisa membuat tidur jadi pulas. Tapi tahukah Anda bahwa posisi tidur tengkurap tidak dianjurkan dan mempunyai dampak negatif bagi kesehatan. Lantas, mengapa tidur tengkurap ini berbahaya? Berikut ulasannya dilansir dari Sleep Advisor dan Healthline, Sabtu (12/11/2022).

1. Bikin tegang tulang belakang: Kebiasaan tidur tengkurap lama-kelamaan akan menimbulkan rasa sakit di bagian persendian, punggung, atau leher. Ini pasti akan mempengaruhi durasi tidur yang kemudian menyebabkan perasaan tidak nyaman.

Merujuk pada satu penelitian medis, tidur tengkurap buruk bagi punggung, karena memberikan ketegangan dan tekanan pada tulang belakang. Mengingat bagian tengah tubuh persis di mana sebagian besar beban berada, sehingga sulit untuk mempertahankan posisi netral tulang belakang pada malam hari. Tekanan pada tulang belakang iini akhirnya membuat peningkatan tekanan pada seluruh struktur tubuh selain itu dan rasa sakit di semua bagian tubuh.

2. Memicu nyeri leher: Sama seperti tulang belakang, tidur tengkurap juga dapat menyebabkan masalah leher. Tidur dengan posisi tengkurap membuat kita harus memutar kepala ke satu sisi saat tidur, inilah yang membuat leher terpelintir, membuat tulang belakang dan kepala jadi tak sejajar. Kerusakannya tak terasa langsung memang, tapi perlahan tapi pasti akan terlihat. Jangan heran kalau lama-kelamaan tulang belakang bergeser dan menyebabkan pecahnya cakram agar-agar di dalam, menyebabkan gel bocor keluar dan mengiritasi saraf.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement