Dr. Ziyad Al-Aly sebagai pemimpin studi menambahkan, ancaman risiko yang sama berlaku juga bahkan bagi penyintas Covid-19 yang sudah divaksinasi.
“Bahkan jika seseorang pernah terinfeksi sebelumnya dan divaksinasi, artinya mereka punya kekebalan ganda dari infeksi sebelumnya dan ditambah vaksin. Namun, tetap mereka masih rentan risiko serius setelah reinfeksi," terangnya.
Orang-orang dalam penelitian yang mengalami reinfeksi lebih dari tiga kali, dikatakan lebih lanjut jadai lebih berisiko untuk mengalami masalah di paru-parunya, 3 kali lebih berpeluang untuk menderita kondisi jantung dan 60 persen lebih mungkin untuk mengalami gangguan neurologis dibandingkan pasien yang reinfeksi hanya sekali.
Selain itu, para peneliti juga menemukan risiko yang lebih tinggi paling menonjol pada bulan pertama setelah infeksi ulang ini tetap masih terlihat enam bulan kemudian.
(Rizky Pradita Ananda)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.