Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jatuh Cinta di Usia Senja, Apa Penyebabnya?

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Kamis, 10 November 2022 |14:00 WIB
Jatuh Cinta di Usia Senja, Apa Penyebabnya?
Jatuh Cinta di Usia Senja (Foto: Brighterkind)
A
A
A

JATUH cinta tidak mengenal usia. Pernyataan itu ada benarnya, karena tidak sedikit dari mereka yang sudah berusia tua tetap bisa merasakan jatuh cinta. Apa penyebabnya?

Seorang pakar emosi Prof Aaron Ben-Zeév menerangkan bahwa jatuh cinta di usia senja definisinya bukan lagi sekadar pelampiasan hasrat cinta dalam diri, melainkan mendapatkan ketenangan batin.

"Saat sudah tua, jatuh cinta bisa terjadi tapi maknanya sudah berbeda. Orang yang sudah tua ketika jatuh cinta punya anggapan bahwa di sisa usianya, mereka lebih cenderung ingin merasa damai dan tenang. Jadi jatuh cintanya bukan sebatas kegembiraan dan senang-senang semata," kata Prof Ben-Zeév dikutip MNC Portal dari laman Psychology Today, Kamis (10/11/2022).

Perempuan Jatuh Cinta di Usia Senja

Itu sesuai dengan hasil temuan peneliti Sonja Lyubomirsky (2013) bahwa bagi banyak orang, tahun terbaik menikmati hidup ada di paruh kedua kehidupan. Namun demikian, ada banyak keragaman juga di fase tersebut, termasuk menua dengan depresi dan perasaan takut mati.

Di usia senja, merasa jatuh cinta juga dikonotasikan sebagai momen keakraban. Kegembiraan yang dirasakan semasa muda dulu kecil sekali persentasenya, karena ini melibatkan emosi dewasa yang sudah dimiliki mereka yang sudah lansia.

Jatuh cinta di masa tua juga kerap melibatkan kompromi yang besar. Nilai romantisme menjalani hidup bersama lebih tinggi dibandingkan semata-mata mencari kesenangan hidup bersama.

Tapi, siapa sangka kalau sifat kompromi ini dinilai sulit dilakukan oleh mereka yang masih muda. Sebab, ketika dewasa, Anda dianggap perlu menerima segala macam perbedaan dan pengabaian yang acap kali menyakiti diri sendiri.

"Nah, saat lansia jatuh cinta, nilai kompromi begitu besar. Sekali lagi, ini soal menikmati sisa hidup dengan bahagia dan tenang," tambah Prof Ben-Zeév.

Lagipula, di masa tua momen untuk menjajal hal baru bukan lagi jadi prioritas. Meski begitu, lansia bisa tetap bahagia walau dalam dunianya yang semakin 'sempit'.

"Karena kondisi itu juga, mereka yang sudah tua dan tengah jatuh cinta, prioritasnya ada dalam kedalaman relation bersama pasangan, mengembangkan perasaan intim yang lebih intens," ungkap studi Carstensen (2006).

Jatuh Cinta di Usia Senja

Jadi, alasannya seseorang yang sudah lanjut usia tetap jatuh cinta adalah mereka ingin tetap menikmati hidup di sisa umurnya. Tapi, definisi cinta mereka berbeda dengan orang berusia muda.

Penting untuk Anda yang berusia lanjut tetapi sedang merasakan jatuh cinta agar menyadari situasi yang Anda alami selagi perubahan definisi cinta diamini. Artinya, ini bukannya lagi momen mencari cinta yang menggembirakan, tapi mendapatkan kebahagiaan dan ketenangan.

"Di usia yang tak lagi muda, Anda perlu menyadari bahwa waktu hidup sudah semakin sedikit, keterbatasan ada di mana-mana, termasuk soal urusan ranjang. Tapi, kompromi adalah kuncinya dan mencari kedamaian perlu diprioritaskan," tambah Prof Ben-Zeév.

(Helmi Ade Saputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement