Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

5 Fakta Menarik Kapal Perang Iran yang Merapat ke Indonesia, Persenjataannya Lengkap

Melati Pratiwi , Jurnalis-Kamis, 10 November 2022 |07:29 WIB
5 Fakta Menarik Kapal Perang Iran yang Merapat ke Indonesia, Persenjataannya Lengkap
Kapal perang milik Angkatan Laut Iran, IRINS Dena di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara (Foto: MPI/Melati)
A
A
A

KAPAL milik Angkatan Laut Republik Islam Iran, IRINS Dena berkunjung ke Indonesia. Kapal perang itu berlabuh di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu 9 November 2022.

Singgahnya kapal perang Iran yang dipimpin Kapten F.Fattah ke Indonesia adalah untuk membawa pesan perdamaian. Awak media di Indonesia diberi kesempatan naik ke kapal tersebut dan berbincang dengan awak kapal.

Berikut fakta-fakta kapal IRINS Dena, yang membawa misi perdamaian.

 BACA JUGA:10 Kebiasaan Orang Bali yang Bikin Wisatawan Betah Berkunjung

Asli Produksi Iran

Moein Najafzadeh sebagai personel persenjataan ringan di kapal IRINS Dena mengatakan bahwa kapal tersebut murni dibuat oleh Iran. Usianya pun masih tergolong baru yakni satu tahun.

"Kapal ini sebenarya dibuat semuanya orang Iran, jadi enggak ada dari luar, teknisinya warga negara Iran," kata Moein kepada wartawan.

 Ilustrasi

Kapal IRINS Dena (MPI/Melati)

Memiliki Persenjataan yang Lengkap

Kapal Dena merupakan kendaraan air yang dimiliki oleh Angkatan Laut Iran, sudah pasti persenjataan mereka pun tak main-main. Moein menjelaskan ada dua jenis senjata yang diangkut oleh kapal tersebut.

 BACA JUGA:Syarat Tes PCR Dicabut, Yuk Jelajahi 6 Tempat Wisata Ciamik di Taiwan Ini

"Satu jenis persenjataan ringan dan juga persenjataan berat untuk berbagai ancaman dari bawah laut maupun udara" ujar Moein.

Jarak tembak senjata tersebut juga tak bisa diremehkan. Salah satu senjata yang diproduksi oleh industri pertahanan Iran, jarak tembaknya bisa mencapai 16 KM.

Kecepatan Mencapai 50 Kilometer Per Jam

Bicara soal kecepatan, kapal Dena memiliki kecepatan yang bisa mencapai 50 kilometer perjam. Tapi perlu diingat, kecepatan ini tergantung pada kondisi dan juga cuaca.

"Biasanya kecepatan kami di kautan rata rata 18 km - 36 km perjam" ungkap Moein.

Membawa Pesan Perdamaian

Kedatangan Kapal Dena milk Angkatan Laut Republik Islam Iran bukan sekedar berkunjung, melainkan berniat membawa pesan perdamaian. Hal ini lah yang disampaikan oleh Kapten Kapal bernama F. Fattahi.

"Kehadiran kami di indonesia , bersandar di pelabuhan tanjug priuk untuk melaksanaan misi kami yaitu pesan perdamaian" ujar Fattahi.

Tak sampai disitu saja, Fattahi juga menegaskan, ada misi lain yang tidak kalah penting yaitu melakukan kerja sama pendidikan dnegan Indonesia serta bertukar pikiran.

 Ilustrasi

Melaksanakan Keamanan di Selat-Selat Strategis

Sang kapten menyampaikan, Indonesia dan Iran memiliki sebuah persamaan. Iran dan Indonesia sama-sama memiliki selat startegis.

"Bagi Iran selat hormuz adalah selat strategis. Bagi Indonesia selat Malaka merupakan salah satu selat strategis" kata Fattahi.

Angkatan laut Iran pun berperan dalam melaksankana keamanan di selat-selat tersebut. Mereka tak sendiri, tetapi juga mendapatkan bantuan dari berbagai pihak lain.

"Kami bekerja sama dengan berbagai negara, khususnya Inedonesia dengan angaktan laut Indonesia ,untuk bersama-sama bisa menjamin keamanan berbagai rute Internasional khususnya di selat-selat strategis" tuturnya. (sal)

(Rizka Diputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement