PEMERINTAH telah mendatangkan obat Fomepizole dari beberapa negara seperti Singapura dan Jepang untuk mengatasi penyakit gagal ginjal akut yang melanda di Indonesia. Obat Fomepizole sendiri, sudah mendapatkan rekomendasi dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) lantaran efikasinya yang tinggi.
Juru Bicara Kemenkes dr Mohammad Syahril mengatakan, sebagian besar pasien di RSCM yang telah disuntikkan, berangsur membaik bahkan menunjukkan harapan sembuh.
"Penggunaan fomepizole menunjukkan 95% pasien anak di RSCM, menunjukkan perkembangan yang terus membaik. Artinya efikasinya baik dalam memberikan kesembuhan," kata dia dalam keterangannya diterima MNC Portal, Kamis (3/11/2022)
Penggunaan penawar atau antidote Fomepizole di Indonesia, pastinya karena rekomendasi dari organisasi kesehatan dunia (WHO). Sehingga bukan berdasarkan asumsi atau kepentingan tertentu.
Faktanya dalam penggunaan pasien di RSCM, hasilnya menunjukkan perbaikan. Sebagian besar berangsur membaik, dikatakan Syahril. "Kami sampaikam tidak ada komersialiasi obat-obatan oleh Kemenkes, tetapi semata-mata hanya untuk menyelamatkan anak anak," jelasnya
Sehubungan dengan Fomepizole, dalam penggunaannya tidak secara lama diberikan kepada pasien. Untuk dosisnya, dr Syahril mengatakan hanya diberikan 5 kali penyuntikan untuk setiap pasiennya.
"Jadi dari aturan pemakaiannya memang sebanyak 5 kali penyuntikan dan di rscm sudah dilakukan 3 kali dan ada yang 4 kali hasilnya menunjukkan perbaikan. Kita akan setop untuk penggunaan antidote ini karena tidak gunakan secara terus-menerus," ucap Juru Bicara Kemenkes dr Mohammad Syahril.
Sekadar informasi, obat gangguan ginjal akut injeksi, Fomepizole 1,5 mililiter, dalam bentuk vial telah tiba di Indonesia pada Sabtu kemarin. Sebanyak 200 vial didatangkan dari Jepang yang merupakan donasi dari PT Takeda Indonesia.
(Martin Bagya Kertiyasa)