TRAKHOMA merupakan infeksi mata yang menyebabkan kebutaan. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri intraseluler yaitu chlamydia trachomatis.
Bakteri trakhoma menular melalui interaksi langsung dan tidak langsung. Misalnya melalui kontak mata dengan penderita yang terpapar bakteri. Bisa juga melalui sekresi tenggorokan atau hidung. Secara tidak langsung bakteri juga bertransmisi melalui benda-benda terinfeksi bakteri.

Awalnya, penderita merasa gatal pada bagian mata atau kelopak mata. Kemudian, mata bengkak, dan mengeluarkan nanah.
Jika tidak segera ditangani, trakoma dapat menyebabkan jaringan parut yang parah. Jaringan parut menggores kornea dan menyebabkan kebutaan. Kendati demikian trakhoma dapat diobati.
Berikut informasi mengenai trakhoma, gejala, penyebab, faktor resiko dan pengobatan.
Gejala trakhoma dapat diketahui sebagai berikut:
• Mata bengkak hingga mengeluarkan lendir, atau bernanah
• Mata sensitif terhadap cahaya
• Mata terasa sakit dan perih
• Terdapat benjolan kecil pada kelopak mata
• Kornea mata mengeruh
• Berubahnya bentuk kelopak mata
• Bulu mata tumbuh ke dalam
Trakhoma disebabkan oleh bakteri chlamydia trachomatis. Bakteri ini bertransmisi melalui cairan hidung atau mulut. Selain itu, dapat terpapar melalui benda-benda yang terinfeksi bakteri.
Hampir 1,9 juta orang di dunia mengalami kebutaan akibat trakhoma. Tahun 2021, sekitar 136 juta orang meninggal akibat penyakit ini. Anak-anak rentan terkena penyakit ini. Dari pada pria, wanita dewasa lebih beresiko terkena trakhoma.
Adapun faktor resiko trakhoma antara lain:
• Usia: Anak-anak berusia 4-6 tahun rentan terkena infeksi
• Seks: Pada beberapa daerah, wanita beresiko dua hingga enam kali dari pada pria.
• Lingkungan: Sanitasi buruk menyebabkan menyebarkan penyakit. Lingkungan padat penduduk dan kumur menjadi faktor transmisi bakteri.
Beberapa negara di Afrika, Amerika Latin, Asia, Lingkaran Pasifik dan Asia sering terjadi kasus trakhoma. Kendati demikian tidak menutup kemungkinan negara lain ikut terjangkit. Trakhoma dapat dicegah sebagai berikut:
• Menjaga sanitasi agar tetap bersih
• Mencuci tangan dengan air bersih mengalir
• Menjaga kebersihan tangan dan wajah
• Pembedahan mata
Demikian informasi mengenai trakhoma, gejala, penyebab, faktor resiko dan pengobatan
(Rani Hardjanti)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.