Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gagal Ginjal Akut Anak Turun Drastis Sejak Peredaran 3 Obat Sirup dengan Cemaran EG Dihentikan

Wiwie Heriyani , Jurnalis-Minggu, 30 Oktober 2022 |18:10 WIB
Gagal Ginjal Akut Anak Turun Drastis Sejak Peredaran 3 Obat Sirup dengan Cemaran EG Dihentikan
Obat sirup (Foto: News click)
A
A
A

KEMENTERIAN Kesehatan memastikan bahwa jumlah kasus gagal ginjal akut pada anak di Tanah air menurun drastis. Hal itu terlihat sejak pemerintah bertindak cepat untuk menghentikan peredaran 3 obat sirup yang mengandung cemaran etilen glikol (EG).

“Betul (menurun drastis). Kasus baru menurun,” ujar Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes RI, dr. Siti Nadia Tarmizi, saat dikonfirmasi MNC Portal, Minggu, (30/10/2022).

 anak kena gangguan ginjal akut

dr.Nadia menyebut, penghentian peredaran tersebut dilakukan terhadap 3 obat sirup yang positif EG seperti yang diumumkan BPOM baru-baru ini.

“Tapi obatnya hanya 3 ya sesuai dengan info BPOM kemarin ya,” imbuhnya.

Seperti diketahui, dugaan utama penyebab gagal ginjal akut yang banyak terjadi pada anak-anak di Tanah Air yakni karena 3 obat sirup yang mengandung etilen glikol melebihi ambang batas aman.

Ketiga obat sirup yang tercemar etilen glikol terbaru sesuai hasil pengujian laboratorium yang dilakukan BPOM antara lain sebagai berikut :

1.Unibebi Cough Sirup (obat batuk dan flu), produksi Universal Pharmaceutical Industries.

2.Unibebi Demam Sirup (obat demam), produksi Universal Pharmaceutical Industries.

3.Unibebi Demam Drops (obat demam), produksi Universal Pharmaceutical Industries.

Dalam keterangan pers sebelumnya, terdapat lima produk obat sirup tercemar etilen glikol. Dua produk selain ketiga obat sirup dalam daftar di atas, yakni Termorex sirup produksi PT Konimex dan Flurin DMP sirup produksi Yarindo Farmatama.

 BACA JUGA:Kasus Gagal Ginjal Akut di Bali Melonjak, 12 Anak Meninggal Dunia

Namun, kemudian BPOM RI mengungkapkan telah mendapatkan hasil penelusuran baru terkait salah satu temuan cemaran etilen glikol pada sejumlah obat sirup, salah satunya pada sirup Termorex produksi PT Konimex.

Disebutkan dalam temuan tersebut bahwa cemaran EG hanya ada dalam batch atau produksi yang sebelumnya telah ditelusuri pihak BPOM. Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI), Penny K Lukito menyebut, bahwa pada batch lain terkait sirup Termorex dipastikan aman.

“Termorex obat deman produksi PT Konimex sebelumnya dinyatakan tidak aman, tapi kemudian kita kembangkan lagi dengan melihat mensampel dan menguji dari batch-batch yang lain, dari lokasi peredaran yang berbeda, dan waktu produksi yang berbeda, ternyata aman,” ujar Penny, dalam konferensi pers, secara daring, Minggu, (23/10/2022).

(Dyah Ratna Meta Novia)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement