BALI merupakan salah satu tempat wisata populer yang dikenal wisatawan asing hampir sebagian besar mancanegara, tak heran jika kota-kota di sekitar Bali selalu ramai oleh pelancong baik dari luar negeri mapun wisatawan lokal.
Sayangnya, beberapa objek wisata alam di Bali kini tak seindah sebelumnya. Menurut data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Provinsi Bali menghasilkan 915,5 ribu ton timbulan sampah sepanjang tahun 2021 yang menjadikan Bali sebagai provinsi penghasil sampah terbesar ke-8 di Indonesia.
Laporan yang berkaitan dari 7news, sebuah postingan di Facebook memperlihatkan suasana sekitar Pantai Kuta tampak penuh dengan sampah menutupi pasir ini telah diunggah sepekan lalu.
(Foto: Facebook/Mitch)
Pengguna Facebook yang diketahui bernama Mitch, menuliskan jika dia baru saja tiba di tujuan wisata populer, Kuta.
Ia mengaku sempat bingung, ketika menemukan keadaan pantai yang seluruhnya didominasi sampah dibanding hamparan pasir yang luas.
“Apakah ini normal untuk pantai atau apakah mereka mengalami cuaca buruk?” tanyanya.
Tumpukan sampah itu begitu mendominasi, termasuk gelas plastik dan semua jenis kemasan. Biasanya pantai dipenuhi oleh para wisatawan yang tengah menikmati keindahan deburan ombak serta pasir yang mengelilinginya, namun Mitch hanya melihat sebagian kecil wisatawan berada di sana.
Foto-foto yang diunggah oleh Mitch menarik banyak orang untuk melihatnya, mereka sama-sama terkejut dengan keadaan Pantai Kuta yang terlihat begitu kotor di luar dugaan hingga pengguna lain membagikan pemikiran mereka terkait hal ini.
“Ini sangat buruk! Jumlah sampah dan plastik di Pulau Nusa Penida juga sangat kotor,” tulis seorang pengguna wanita.
Seseorang membagikan foto-foto pantai lain di sekitar Bali yang terkena dampak, termasuk Nusa Dua.
(Foto: Facebook/Mitch)
“Ada beberapa hujan lebat minggu lalu yang berarti kanal-kanal tergenang,” tulis komentar seorang wanita bersama dengan foto yang dibagikannya di Pantai Balian.
Netizen lain mengatakan, dampak dari hujan deras dan awal musim hujan yang membuat semua sampah hanyut.
“Arah angin berubah menjadi pola darat yang membawa sampah dari Jawa. Hujan deras mendorong sampah keluar dari sungai ke lautan," jelas warganet.
Seorang pengguna menceritakan, hujan deras minggu lalu di Ubud menyebaban tanah longsor yang kemungkinan berhubungan dengan pantai dipenuhi puing-puing dari badai.

“Begitu banyak turis, begitu banyak tangan. Bayangkan selama 1 jam saja melakukan pembersihan!” tulis seorang wanita lain, memberi saran bagi para pelancong harus ikut berpatisipasi dalam membantu membersihkan pantai Bali.
(Rizka Diputra)