RUMAH adat Baileo merupakan salah satu rumah khas Indonesia, khususnya dari Maluku yang mana memiliki keunikan sendiri dengan bangunan satu ini. Bahkan bagunan satu ini tentunya mempunyai sejarahnya tersendiri yang menarik untuk diulik.
Nah merangkum dari berbagai sumber, berikut 10 keunikan rumah adat Baileo dari Maluku yang perlu Anda ketahui.
1. Digunakan balai musyawarah
Nama bangunan atau rumah ini sangat unik, sesuai dengan fungsinya yang kerap digunakan sebagai balai atau tempat di mana penduduk sering mengadakan musyawarah. Ruangannya cukup luas, maka tak heran jika warga memanfaatkannya sebagai tempat berkumpul.
2. Tempat penyimpanan benda sejarah
Selain itu, bangunan ini juga difungsikan sebagai tempat untuk menyimpan peninggalan bersejarah, seperti pusaka, dan benda keramat. Untuk itu rumah ini memang bukan bangunan biasa, sehingga masyarakat memilihnya sebagai tempat penyimpanan barang-barang tersebut.

3. Berukuran besar
Rumah adat Baileo dikenal memiliki ukuran yang sangat besar, sehingga tak heran bangunan ini mempunyai fungsi sangat banyak. Mulai dari balai masyarakat, tempat musyawarah dan juga menyimpan benda-benda bersejarah.
Tahukah Anda, bahwasannya rumah adat satu ini memang dibangun berukuran besar. Agar memiliki banyak fungsi, bukan hanya sekadar tempat tinggal.
4. Rumah panggung
Rumah adat Baileo ini juga dibangun berbentuk rumah panggung. Tingginya diperkirakan mencapai 1 hingga 2 meter, ukuran yang cukup tinggi untuk sebuah hunian adat.
Tentunya bangunan dibuat tinggi bukan alasan. Hal ini karena untuk menghormati para roh leluhur, supaya kedudukannya jauh lebih tinggi dibandingkan orang yang masih hidup.
5. Tak dilengkapi dinding
Menariknya lagi, rumah adat Baileo ini tidak dilengkapi dengan dinding. Hal itu dikarenakan agar bangunan terasa lebih luas dan lapang, sehingga dapat menampung banyak orang di dalamnya.
6. Bernilai filosofis
Kemudian di setiap ornamen rumah ini memiliki nilai filosofis yang tinggi. Salah satunya yaitu dua buntut ayam saling berhadapan, dan diapit oleh dua buntut anjing di sebelah kiri dan kanannya.
Lalu di setiap ukirannya melambangkan kemakmuran dan kedamaian. Setiap ornamennya diukir supaya roh nenek moyang tetap menjaga kehidupan seluruh masyarakat yang ada di Maluku.
7. Ukiran di atap rumah
Selanjutnya terdapat ukiran berbentuk matahari, bulan dan bintang yang ditempatkan di atap rumah. Sehingga membuat bangunan ini semakin cantik serta epik.
(Foto: Kemendikbud)
Makna dari ukiran tersebut, yaitu kesiapan sebuah rumah Baileo sebagai balai yang mampu menjaga keutuhan tabiat dan aturan komplit yang berlaku di area sekitar.
8. Terdapat 9 tiang penyangga
Rumah adat Baileo memiliki 9 tiang penyangga, dan tentunya memiliki makna tersendiri mengapa jumlah yang dipakai adalah ganjil.
Untuk 5 tiang yang berada di sebelah kanan, diartikan sebagai perkumpulan antara desa atau biasa dikenal dengan istilah Siwak Lima. Sementara 4 tiang lainnya, ditempatkan di sisi lain dari rumah ini.
9. Batu Pamali
Tahukah Anda, bahwa di setiap rumah adat Baileo, terdapat batu kerikil di depan pintu utamanya yang disebut batu pamali. Hal ini juga sekaligus menegaskan kalau itu adalah Baileo.
Tujuan adanya batu tersebut, yaitu digunakan sebagai tempat sesaji untuk para roh leluhur.
10. Menyatu dengan alam
Terakhir, rumah adat Baileo disebut-sebut menyatu dan menjadi sahabat alam. Hal ini lantaran bahan-bahan bangunan yang digunakan diperoleh secara lami.
Bahan-bahan untuk membangun rumah adat Baileo di antaranya kayu, bambu, dan atap rumbia. Selain itu beberapa ada yang tidak menggunakan paku, tapi masih bisa berdiri kokoh dan juga kuat.
(Rizka Diputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.