Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Suka Tidur Kurang dari 5 Jam Sehari? Waspada Risiko Penyakit Kronis Naik hingga 30 Persen!

Tangguh Yudha , Jurnalis-Jum'at, 21 Oktober 2022 |11:15 WIB
Suka Tidur Kurang dari 5 Jam Sehari? Waspada Risiko Penyakit Kronis Naik hingga 30 Persen!
durasi tidur, (Foto: Freepik)
A
A
A

TIDUR sangat vital dan punya pengaruh besar dalam kesehatan menyeluruh setiap orang. Sama seperti halnya dengan olahraga teratur dan makan sehat seimbang, tidur juga mempengaruhi kesehatan fisik dan mental seseorang.

Semakin bertambahnya usia, tidur akan menjadi semakin penting. Terlebih bagi orang-orang yang berusia di atas 50 tahun, yang sudah memasuki masa pre-lansia.

Durasi tidur seseorang dalam sehari begitu berkaitan dengan kesehatan. Merujuk pada studi yang digelar PLoS Medicine, seperti dikutip dari Metro, Jumat (21/10/2022) disebutkan kalau durasi tidur minimal manusia adalah lima jam dalam sehari. Jika kurang dari lima jam, maka berisiko dapat meningkatkan risiko penyakit kronis di kemudian hari

Penelitian yang dilakukan PLoS Medicine dengan meneliti hubungan antara durasi tidur dan beberapa penyakit kronis ini, dengan menggunakan data orang berusia 25 tahun. Kesehatan dan kualitas tidur dari 8000 orang pekerja di Inggris.

Beberapa juga mengenakan pelacak tidur jam tangan dan memeriksa kondisi kronis, termasuk diabetes, kanker, dan penyakit jantung, selama lebih dari dua dekade.

Dari survei itu, para peneliti dari University College London dan Paris Cité University mendapati bahwa durasi tidur yang pendek ada hubungannya dengan risiko penyakit kronis dan adanya dua atau lebih kondisi kesehatan jangka panjang seseorang.

Penelitian itu menunjukkan, orang-orang tidur hanya lima jam atau kurang pada usia sekitar 50 tahun dalam sehari, memiliki risiko 30 persen lebih besar terkena berbagai penyakit. Bahkan beberapa di antaranya juga berisiko mengalami kematian, jika dibandingkan orang-orang yang tidur tujuh jam dalam sehari.

Durasi tidur sendiri, para ahli umumnya merekomendasikan seseorang untuk mendapatkan tidur sekitar tujuh atau delapan jam dalam sehari. Mereka yang tidur dalam jumlah ini, rata-rata menunjukkan hasil yang lebih baik dalam tes kognitif (termasuk kecepatan pemrosesan, perhatian visual, dan memori) daripada kelompok orang yang kurang tidur atau kelebihan tidur.

Sebagai catatan, bukan hanya durasi pasti dalam satu hari, seseorang membutuhkan tujuh jam tidur secara konsisten tanpa terlalu banyak fluktuasi durasi.

 BACA JUGA:BPOM Rilis 5 Nama Obat Sirup di Indonesia yang Mengandung Etilen Glikol

BACA JUGA:Studi: Orang Ekstrovert Jago di Ranjang tapi Rentan Obesitas

(Rizky Pradita Ananda)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement