Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Siapa yang Malas Ganti Baju saat Liburan? Coba Baca Artikel Ini Deh

Martin Bagya Kertiyasa , Jurnalis-Sabtu, 15 Oktober 2022 |15:08 WIB
Siapa yang Malas Ganti Baju saat Liburan? Coba Baca Artikel Ini Deh
Ilustrasi Ganti Baju. (Foto: Shutterstock)
A
A
A

SAAT liburan seperti ini, banyak dari kita memang memilih untuk tidak mengganti pakaian, lantaran tidak pergi ke mana-mana. Mengganti baju saat liburan, berarti akan meningkatkan volume pakaian yang harus kita cuci.

Tapi, apa sih sebenarnya yang bisa terjadi ketika kita malas mengganti pakaian? Dokter penyakit menular di Texas, Nikhil Bhayani, MD, FIDSA mengatakan, pakaian dapat membawa kuman bahkan jika terlihat bersih dan seseorang yang mengenakannya tidak berada di lingkungan berkuman.

Menurut dia, seperti dikutip Antara dari Livestrong, mikroba seperti Salmonella, E. coli, dan Staphylococcus dapat menempel pada kain dan akan bertahan untuk sementara waktu.

Ganti Baju

Penelitian dalam jurnal GMS Hygiene and Infection Control menunjukkan mikroba ini dapat bertahan 90 hari di kapas dan lebih dari 200 hari untuk polieste. Dari sana, kuman dapat berpindah langsung ke kulit.

Setelah itu, ada kemungkinan kuman dapat menginfeksi seseorang dan membuatnya sakit, terutama jika dia mengenakan pakaian yang sama untuk waktu yang lama.

Bhayani mengatakan, risiko infeksi lebih tinggi jika seseorang memiliki sistem kekebalan yang lemah. Namun pada akhirnya, siapa pun bisa sakit bila tidur dengan pakaian kotor.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement