Normalnya sperma memiliki membran yang memisahkannya dari bagian tubuh lainnya, tetapi jika membran ini rusak tubuh dapat mengaktifkan dirinya sendiri.
“Sel-sel kekebalan dalam tubuh dilatih untuk menyerang zat asing yang ditemukan. Ada sel khusus yang disebut sel Sertoli yang memelihara dan mengelilingi sperma dan membuatnya tetap terisolasi dari sel kekebalan. 'Ketika sel Sertoli rusak, sperma terkena sistem kekebalan untuk pertama kalinya dan sistem kekebalan menyerang sperma seperti virus atau bakteri asing,” jelas Andrew lagi.
Sejauh ini, para ahli telah menemukan hampir 60 kasus pria yang mengalami sindrom penyakit pasca-orgasme (POIS). Namun, untungnya lewat penelitian ini, setelah melakukan percobaan antihistamin yang berbeda pada pasien, para ahli medis dan peneliti telah menemukan cara untuk mengurangi gejalanya yakni dengan penggunaan obat spesifik fexofenadine, yang disebut berhasil mengurangi gejala sampai sebesar 90 persen.
BACA JUGA:Didiagnosa Alergi Air, Gadis Remaja Ini Merasa Terbakar Saat Kulitnya Basah
BACA JUGA:Apakah Bahan Alergen di Makanan Kemasan Memicu Terjadinya Alergi?
(Rizky Pradita Ananda)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.