"Kumannya macam-macam, ada yang disebut Staphylococcus aureus dan Acinetobacter baumannii yang keduanya menyebabkan pneumonia. Efeknya terhadap pasien, ya, harus dipasang ventilator dan berisiko meninggal," paparnya.
Selain itu, ada juga bakteri e.coli (Escherichia coli) dan Klebsiella pneumoniae. Imbas dari serangan dua bakteri tersebut, pasien harus dipasang ventilator untuk membantu sistem pernapasannya.
Parahnya lagi, di beberapa kasus di India didapati pasien resisten terhadap antibiotik yang kuat dan yang baru bernama Carbapenem. Data menunjukkan, dalam setahun terakhir telah terjadi kenaikan 10 persen yang resisten dan ini masalah berat di dunia, khususnya di India.
"Beratnya bagaimana? Sebut saja di Kolkata. Tadinya semua orang yang terinfeksi di sana 65 persen berhasil diatasi dengan antibiotik lini 1. Nah, sekarang persentasenya turun, yang berhasil diobati dengan antibiotik lini 1 cuma 43 persen. Jadi, ini masalah serius,” peringatan dari Prof. Zubairi