Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hati-hati! Bau Badan Bisa Jadi Tanda dari 4 Penyakit Mematikan Ini

Putra Syah Norens , Jurnalis-Rabu, 12 Oktober 2022 |07:00 WIB
Hati-hati! Bau Badan Bisa Jadi Tanda dari 4 Penyakit Mematikan Ini
bau badan, (Foto: Makatimed. Ph)
A
A
A

BAU badan karena proses bakteri dalam keringat merupakan masalah yang cukup umum dialami oleh banyak orang dalam kehidupan sehari-hari.

Sejatinya, keringat pada umumnya tidak menyebabkan bau. Dijelaskan Dr. Sophie Newton, keringat sebetulnya memiliki tugas untuk membantu mengatur suhu, namun bakteri dapat menggunakannya sebagai tempat berkembang biak.

"Keringat itu sendiri tidak berbau dan memiliki tugas penting untuk membantu mengatur suhu, tetapi bakteri bisa menjadikannya sebagai tempat berkembang biak dan saat itulah bau terbentuk," kata Dr. Sophie.

Bukan hanya terkait soal kebersihan diri, tapi tahukah Anda ternyata bau badan ternyata bisa menjadi tanda dari empat penyakit mematikan pada seseorang. Berikut beberapa masalah kesehatan yang bisa ditandai dengan bau tak sedap, sebagaimana diwarta dari The Sun, Rabu, (12/10/2022):

1. Kelebihan berat badan: Orang dengan kelebihan berat badan lebih mungkin memiliki bau badan yang buruk. Orang yang kelebihan berat badan atau obesitas, biasanya memiliki lipatan di kulitnya dan inilah yang jadi tempat berkembang biaknya bakteri. Merujuk pada suatu penelitian, menemukan bahwa orang yang kelebihan berat badan lebih cenderung memiliki indera penciuman yang buruk, dibandingkan dengan orang yang lebih kurus. Ini menunjukkan bahwa orang yang obesitas cenderung tidak dapat menyadari ketika mereka mencium bau tidak sedap.

2. Diabetes: Dr. Sophie menyebutkan, orang dengan diabetes dapat mengalami bau badan. Jika Anda mengidap diabetes, perubahan bau badan ini bisa menjadi tanda ketoasidosis terkait diabetes.Ketoasidosis diabetik, juga dikenal sebagai DKA, adalah kondisi kekurangan insulin yang parah dalam tubuh. Ini berarti tubuh tka bisa menggunakan gula untuk energi, dan mulai menggunakan lemak sebagai gantinya. Kadar keton yang tinggi menyebabkan darah menjadi asam dan bau badan menjadi manis.

3. Penyakit hati: Orang yang memiliki penyakit hati dapat mengeluarkan bau yang tidak sedap loh! Penderita dapat mengalami keringat berlebih dan bau busuk, yang biasanya mirip dnegan aroma telur busuk.

4. Penyakit Ginjal: Sama dengan pengidap diabetes dan penyakit hati, orang yang memiliki penyakit ginjal kronis lanjut mungkin memiliki bau badan yang menyerupai amonia. Ini karena adanya timbunan racun yang menumpuk di dalam tubuh.

Lantas bagaimana cara untuk mengatasi bau badan yang tidak sedap ini? Hal pertama, diungkap Dr. Sophie yakni dengan kebersihan normal seperti mandi setiap hari dengan sabun atau pengganti sabun yang dapat membunuh bakteri berlebih pada kulit.

Selain mandi bersih dengan teratur, disarankan jmenyarankan untuk menggunakan antiperspirant, bukan hanya deodoran yang hanya menutupi bau.

"Antiperspiran sebenarnya mengurangi keringat berlebih. Jika antiperspiran biasa tidak cukup, konsultasikan ke dokter atau apoteker untuk mencoba 20 persen roll-on dan semprotan aluminium klorida heksahidrat," kata Dr. Sophie

Bisa juga dengan menggunakan pakaian yang terbuat dengan serat alami yang bersih, yang memungkinkan kulit kita jadi bisa bernafas. Serta membatasai makanan pedas yang dapat membuat keringat berbau.

(Rizky Pradita Ananda)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement