Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengenal Toxic Masculinity, yang Bikin Pria "Tak Boleh Nangis"

Vivin Lizetha , Jurnalis-Selasa, 11 Oktober 2022 |22:30 WIB
Mengenal Toxic Masculinity, yang Bikin Pria
Ilustrasi (foto: istimewa)
A
A
A

SEBUAH pakem berkembang dalam masyarakat bahwa seorang pria "dilarang untuk menangis." Bahwa "menangis" bukanlah "identitas" dari pria yang jantan. Ungkapan itu menggambarkan sebuah toxic masculinity. Yaitu sebuah aspek negatif dari sifat maskulin yang dilebih-lebihkan.

Hal ini membuat anak laki-laki dan laki-laki merasa tertekan untuk menyesuaikan diri karena ekspektasi dalam masyarakat. Kebanyakan orang beranggapan pria yang mengekspresikan perasaan lemah mereka terlihat anomali dan dianggap "cemen."

 anak nangis

Kondisi ini jika terus berlanjut akan berdampak buruk pada karakter pria tersebut. Dikutip dari verywellmind, Selasa (11/10/2022), ada beberapa dampak yang ditimbulkan dari toxic masculinity ini. Simak ulasannya.

1. Kekerasan berbasis gender

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement