GAS air mata kadaluarsa lebih berbahaya dibandingkan dengan gas air mata biasa. Pada kondisi tertentu, gas air mata kadaluarsa bisa mengandung sianida.
Dijelaskan Sven-Eric Jordt, seorang peneliti di Duke University yang telah mempelajari efek gas air mata sejak pertengahan 2000-an bahwa penelitian mengenai hal ini masih sedikit. Namun, penggunaan gas air mata kadaluarsa itu lebih berbahaya.

"Saat gas air mata kadaluarsa, itu menjadi lebih berbahaya untuk digunakan," tegasnya dikutip MNC Portal dari laman The News & Observer, Selasa (11/10/2022).
Di dalam gas air mata ada komponen-komponen kimia yang aktif. Nah, ketika komponen yang mudah terbakar rusak karena sudah kadaluarsa, itu dapat menyebabkan ketidaktepatan dalam penggunaannya.
Artinya, di dalam gas air mata kadaluarsa itu terkandung konsentrasi bahan kimia yang lebih tinggi jika tidak dapat terdispersi dengan baik. "Gas air mata seperti ini bisa menjadi ancaman serius bagi siapa pun yang terpapar," ungkapnya.
Dijelaskan juga di sana bahwa gas air mata kadaluarsa bisa menciptakan sianida. Namun, Jordt menilai tingkat sianida yang ditemukan dalam gas air mata kadaluarsa tidak menyebabkan masalah secara langsung.
"Tingkatnya berada dalam kadar yang sama dengan apa yang dihirup seorang perokok ketika dia merokok," kata Jordt.
Meski begitu, Jordt menegaskan bahwa tidak dibenarkan juga untuk menghirup sianida dalam kadar berapa pun. "Tetapi saya tidak berpikir bahwa sianida tersebut akan menyebabkan cedera serius atau kematian," tambahnya.
Di sisi lain, Ahli Toksikologi di NC State University James Bonner mengatakan bahwa penggunaan gas air mata kadaluarsa tetap tidak diperkenankan. Sekalipun dia tidak pasti apakah benar itu lebih berbahaya atau beracun.
"Adanya tanggal kadaluarsa berarti ada suatu alasan di baliknya," terangnya.
Bonner menerangkan, gas air mata kadaluarsa bisa sangat berbahaya pada mereka yang lansia atau punya masalah pernapasan. Sebab, jika gas air mata baik yang sudah kadaluarsa atau belum, terhirup oleh mereka, kerusakan parah bisa terjadi.
"Setiap individu tidaklah sama. Jika Anda sudah punya masalah pernapasan sebelumnya seperti asma misalnya, atau Anda sudah tua, maka gas air mata baik yang sudah kadaluarsa atau belum, itu bisa sangat serius," ungkap Bonner.
(Vivin Lizetha)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.