AKIBAT kasus KDRT yang menerpa dirinya, Rizky Billar disebut mengalami gangguan psikis. Hal ini terungkap melalui kuasa hukum Rizky Billar, Adek Erfil Manurung.
Adek menjelaskan, saat ini mental Billar masih terguncang karena ramainya pemberitaan media serta kritikan pedas dari banyak netizen atas kasus tersebut.
"Saya ke rumahnya dia masih down,” ujar Adek kala dijumpai di kawasan Jatinegara.
Disebut sedang terpuruk, Billar kabarnya sampai tidak napsu makan. Ia saat ini, hanya mengonsumsi mi instan sehari-hari.

“Down, makanya dia hanya makan mi instan saja. Enggak makan nasi," imbuh Adek.
Lalu apa sih bahaya makan mi instan terus?
Mi instan pada umumnya terbuat dari tepung, pati, air, garam, dan mineral berupa natrium karbonat. Minyak kelapa sawit juga merupakan bahan umum dalam mi instan karena mi jenis ini awalnya diproduksi dengan cara digoreng.
Menurut Dietitian dari Parkway East Hospital Singapore, Jennifer Shim, jika membahas soal kandungan detail mi instan terdapat kandungan gizi yang bervariasi, sangat tergantung dari merek produksi.
Namun, ada gambaran umum kandungan gizi mi instan per satu porsi (43 gram), berikut selengkapnya:
- Kalori: 385 kkal
- Karbohidrat: 55,7 g
- Total lemak: 14,5 g
- Lemak jenuh: 6,5 g
- Protein: 7,9 g
- Serat: 2 g
- Natrium: 986 mg
- Tiamin: 0,6 mg
- Niasin: 4,6 mg
- Riboflavin: 0,4 mg
"Sebagian besar mi instan itu rendah kalori, serat, dan protein. Mi instan juga sangat terkenal tinggi lemak, karbohidrat, dan natrium. Meski Anda dapat mikronutrien, mi instan sangat rendah vitamin A, C, dan B12," papar Jennifer, dikutip dari laman Health Plus Parkway East.
Berkaca dari kandungan yang ada di mi instan, apakah tidak disarankan mengonsumsinya setiap hari?
"Meski harganya terjangkau dan rasanya yang kebanyakan menggoyang lidah, tidak disarankan mengonsumsi mi instan setiap hari karena memiliki sejumlah konsekuensi yang sangat serius bagi kesehatan Anda," terang Jennifer.
Ini berkaitan dengan tingginya kadar sodium dalam mie instan. Menurut Jennifer, dalam satu porsi mi instan, kandungan sodiumnya antara 397 hingga 3678 mg per 100 mg mi instan.
BACA JUGA:Rizky Billar Diduga KDRT, Psikologis Baby L Anak Lesti Kejora Bisa Terdampak? Ini Kata Psikolog
"Memang benar bahwa tubuh manusia tetap membutuhkan sodium untuk keseimbangan kesehatan, tetapi jika kadarnya terlalu tinggi, ini malah berbahaya bagi kesehatan. Salah satu masalah kesehatan yang bisa terjadi adalah kanker perut, masalah jantung, dan stroke," paparnya.
Karena itu, jangan jadikan mi instan sebagai makanan pokok atau bisa dikatakan dikonsumsi setiap hari. Ini terbukti meningkatkan risiko sindrom metabolik," ungkap Rachel Links, ahli nutrisi berbasis di New York, Amerika Serikat, dikutip dari laman Healthline.
Oleh karena itu, Links menyarankan sekali lagi agar sebisa mungkin kurangi frekuensi makan mi instan dan mulai beralih ke menu yang lebih sehat. "Atau, bisa juga mengonsumsi mi yang lebih sehat dan menambahkan sayuran dan sumber protein ke dalam mangkuk mie instan-nya," sarannya.
"Sesekali makan mi instan tidak masalah, selama Anda menjaga pola makan yang lain dengan baik dan seimbang," pungkasnya.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.