Bagi pecinta kopi mungkin cukup familiar dari kopi arabica dan robusta. Hampir 100 persen jenis kopi yang beredar di pasaran adalah jenis kopi tersebut. Padahal ada banyak jenis kopi di seluruh dunia. Namun hampir 60 persen di antaranya sudah hilang karena perubahan iklim.
Namun ada satu jenis kopi yang sudah dinyatakan punah sejak tahun 1954, ternyata "muncul" kembali. Yaitu kopi Stenophylla. Kopi ini termasuk golongan kopi liar dan ditemukan kembali oleh sekelompok peneliti di hutan Afrika Barat tahun 2018.
Kopi Stenophylla ini digadang-gadang akan menjadi favorit baru di dunia industri kopi. Hal ini karena kemampuannya bertahan di berbagai iklim. Bahkan diketahui kopi Stenophylla dapat tumbuh di temperatur lebih panas 6 celcius dari temperatur lokasi budidaya arabica atau robusta.
Ia juga dianggap dapat hidup di daerah yang kering dan tropis. Meski buah kopi Stenophylla tumbuh sangat lambat selama 6-8 minggu. Namun setelah melewati masa itu, ia akan tumbuh dengan cepat membentuk ukuran buah yang besar. Kadar air pun semakin meningkat hingga 85 persen.
Menurut peneliti kopi Aaron Davis, kopi Stenophylla memiliki cita rasa yang luar biasa sehingga menjadi masa depan untuk dunia kopi dunia.
"Saya pikir dalam 5-7 tahun kita akan menyaksikan kopi ini masuk ke pasar sebagai kopi untuk pasar tertentu, kopi kualitas tinggi, dan kemudian setelah itu saya pikir kopi ini akan menjadi lebih umum," tutur Davis dikutip dari BBC, Senin (10/10/2022).
(Vivin Lizetha)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.