KESEJAHTERAAN warga yang tinggal di Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur menjadi perhatian khusus. Di era sekarang ini, masyarakat masih mengalami kekeringan yang pasti berdampak pada kesehatan.
Ini tak bisa dianggap remeh. Persoalan kekurangan air bersih akibat kekeringan secara jangka panjang memunculkan dampak kesehatan, yakni stunting.
Sumber mata air jauh dari jangkauan masyarakat sehingga untuk mendapatkan air bersih, masyarakat harus menempuh jarak yang jauh dari rumah mereka. Pemerintah Sumba Barat dan beberapa Foundation pun membantu cari solusinya agar tidak berdampak panjang.

Teleperformance Indonesia bekerjasama dengan Sumba Foundation dan Pemerintah Sumba Barat tengah mengupayakan air bersih. Salah satunya di Kampung Prai Nyou, Desa Mamodu, Kecamatan Wanukaka, Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur.
CEO Teleperformance Indonesia Michael Wullur menuturkan, Pulau Sumba di Kawasan Timur Indonesia memiliki keindahan alam yang mengagumkan dengan kekayaan budaya, serta tradisi yang unik. Namun juga memiliki tantangan geografi dengan iklim kemarau yang panjang selama 8 bulan, sehingga kebutuhan air bersih menjadi hal yang utama.
“Pembangunan jaringan air bersih ini akan memberi manfaat sangat besar bagi pemenuhan kebutuhan masyarakat, meningkatkan kesehatan masyarakat juga untuk ketahanan pangan masyarakat Desa Mamodu."
"Masyarakat setempat dapat memanfaatkan air untuk usaha budi daya tanaman kebun (hortikultura) yang dapat menambah penghasilan masyarakat,” jelasnya.
Adanya jaringan air bersih ini pasti berdampak positif bagi kehidupan masyarakat. Diharapkan lebih banyak masyarakat yang menjaga lingkungan di Sumba Barat.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Sumba Barat Imanuel M.Anie sangat berharap masyarakat dapat memanfaatkan air bersih dengan baik. Termasuk pengembangan usaha budi daya tanaman kebun (hortikultura).
"Diharap mereka bisa menjaga, merawat dan memelihara jaringan air bersih dengan baik agar air senantiasa mengalir sepanjang saat,” ujarnya.