DOSEN dari Departemen Keperawatan Jiwa Universitas Padjadjaran (Unpad) Aat Sriati menyebutkan, tingginya tekanan hidup saat ini bisa direlaksasi dengan aktivitas seni. Aktivitas seni dianggap mampu membantu seseorang dalam menyembuhkan masalah mental.
Beberapa aktivitas seni atau Art Therapy di antaranya bisa dilakukan melalui menggambar, melukis, menari, musik, drama ataupun menulis. Kesemuanya bisa dilakukan untuk meningkatkan kesehatan mental.

Aat menjelaskan, manfaat art therapy di antaranya meningkatkan kepercayaan diri, membantu proses penemuan jati diri, serta melepaskan emosi yang menumpuk. Aktivitas seni juga diketahui dapat mengurangi depresi. Mengurangi gejala trauma dan menurunkan tingkat depresi, meningkatkan kualitas hidup serta mengurangi gejala psikologis.
BACA JUGA:Kondisi Depresi Ini Lebih Kronis, Apakah Gejala Distimia?
"Selain itu juga efektif mengurangi gejala depresi dan meningkatkan harga diri pada lansia," kata Aat Sriati dalam Peringatan World Mental Health Day.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung Anhar Hadian mengatakan, masalah kesehatan jiwa menjadi salah satu sorotan penting terutama sejak pandemi Covid-19 berlangsung. Pandemi telah menciptakan krisis global untuk kesehatan mental, memicu tekanan jangka pendek dan jangka panjang, serta merusak kesehatan mental jutaan orang termasuk tenaga kesehatan.
"Hari Kesehatan Jiwa Sedunia diperingati pada 10 Oktober setiap tahun. Momentum ini ditujukan untuk meningkatkan kesadaran akan masalah kesehatan mental di seluruh dunia serta memobilisasi upaya dalam mendukung kesehatan mental," katanya.
(Dyah Ratna Meta Novia)