TRAGEDI Kanjuruhan yang terjadi beberapa hari lalu memang menimbulkan kesedihan yang mendalam. Sebanyak 131 orang meninggal dunia dalam tragedi tersebut.
Kebanyakan korban meninggal dunia di tragedi Kanjuruhan dilaporkan karena asfiksia atau kekurangan udara. Selain karena asfiksia, terdapat sejumlah korban yang mengalami trauma di kepala dan thorax, juga patah tulang.

Lalu apa itu asfiksia?
Asfiksia merupakan kondisi ketika kadar oksigen dalam tubuh seseorang berkurang. Penyebab asfiksia itu beragam, dari paparan zat kimia atau asap.
Saat mengalami asfiksia, seseorang akan merasa sesak napas atau kesulitan untuk menarik maupun mengembuskan napas akibatnya membuat tubuhnya kekurangan oksigen. Sementara itu, karbon dioksida, sebagai salah satu limbah sisa metabolisme, juga tidak dapat dikeluarkan dari tubuh.
Kondisi tersebut merupakan hal yang sangat berbahaya. Penderinya bisa kehilangan kesadaran, mengalami cedera otak, bahkan kematian jika tak segera diberi bantuan medis.