Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Anak Alami Gejala Bronkiolitis, Kapan Waktu yang Tepat Dibawa ke Dokter?

Putra Syah Norens , Jurnalis-Jum'at, 07 Oktober 2022 |10:45 WIB
Anak Alami Gejala Bronkiolitis, Kapan Waktu yang Tepat Dibawa ke Dokter?
Ilustrasi anak sakit, (Foto: Freepik)
A
A
A

MUSIM hujan seperti sekarang memang rentan mendatangkan penyakit. Salah satu contohnya Bronkiolitis, infeksi paru-paru yang menyerang anak-anak dan bayi saat musim dingin.

Infeksi paru terjadi pada anak-anak dan bayi ini, menyebabkan peradangan dan kemacetan di saluran udara kecil (bronkiolus) paru-paru. Sebagian besar kasus bronkiolitis dikarenakan virus pernapasan syncytial (RSV), meski bisa juga disebabkan oleh virus RSV dan virus lain, termasuk yang menyebabkan flu atau influenza biasa.

Bronkiolitis dimulai dengan gejala yang mirip dengan flu biasa, kemudian berlanjut menjadi batuk, mengi dan terkadang kesulitan bernapas. Gejala bronkiolitis seperti ini, bisa berlangsung selama beberapa hari hingga berminggu-minggu.

Saat bayi atau anak sakit, tak jarang orang tua menjadi panik dan kemudian bingung. Kapan sebetulnya waktu yang tepat untuk membawa anak ke dokter, jika anak mengalami bronkiolitis seperti ini. Mengingat gejalanya samar dengan batuk pilek biasa.

Well, melansir Mayo Clinic, Jumat (7/10/2022) orang tua sudah harus membawa anak ke dokter anak ketika anak sudah mulai sulit makan atau minum, dan napasnya juga menjadi lebih cepat atau bahkan sesak.

Disebutkan lebih lanjut, waspada akan tanda-tanda ini jadi sangat penting jika anak Anda berusia kurang dari 12 minggu atau memiliki faktor risiko lain untuk bronkiolitis. Contohnya, kelahiran prematur atau memiliki kondisi jantung atau paru-paru.

Selain itu, ada sederet tanda dan gejala yang perlu mendapat perhatian yakni sudah terdengar suara mengi (seperti suara siulan-ketika anak bernapas), anak bernapas sangat cepat, lebih dari 60 napas per menit (tachypnea) dan napasnya pendek, ada pernapasan yang sulit yakni tulang rusuk tampak menyedot ke dalam saat bayi menarik napas, anak terlihat lesu, tidak mau minum, bernapas terlalu cepat saat makan atau minum, serta kulit yang membiru, terutama di bagian bibir dan kuku (sianosis).

Jika anak sudah mengalami tanda-tanda di atas, segera secepat mungkin bawa anak ke dokter anak untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan tepat dari medis.

 BACA JUGA:Apa Benar Kondom Kurang Efektif Melindungi dari Infeksi Herpes dan Sifilis?

BACA JUGA:Waspada! Asap Rokok yang Menempel di Sofa dan Tembok, Mampu Picu Infeksi Paru Kronik

(Rizky Pradita Ananda)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement