Mengutip CDC, semua wanita hamil memiliki beberapa resistensi insulin selama akhir kehamilan, tetapi ada juga sebagian wanita yang mengalami resistensi insulin sebelum kehamilan. Oleh karena itu, ibu akan mengalami kehamilan dengan kebutuhan insulin yang meningkat, yang membuat mereka cenderung menderita diabetes gestasional.
2) Gejala: CDC menerangkan, gejala khas diabetes pada umunya adalah sering buang air kecil terutama di malam hari, sering merasa haus dan mengalami mati rasa di tangan atau kaki. Namun untuk diabetes gestasional, biasanya tidak akan menunjukkan gejala apa pun loh! Mengingat seringnya tanpa gejala, semua ibu hamil perlu diskrining selama kehamilannya terutama selama usia minggu ke-24 hingga minggu ke-28.
Skrining pertama untuk diabetes gestasional sendiri, biasanya terdiri dari tes skrining glukosa, yang mengukur gula darah secara real time. Pasien kemudian diarahkan untuk minum cairan yang mengandung glukosa dan diuji ulang satu jam kemudian. Hasil gula darah normal adalah 140 mg/dL atau lebih rendah, tetapi jika levelnya lebih tinggi dari 140 mg/dL, perlu dilakukan tes lain yang dikenal sebagai tes toleransi glukosa.
BACA JUGA:Tidak Obesitas Tapi Tetap Nekat Diet? Hati-hati Bisa Picu Risiko Diabetes
BACA JUGA:Komplikasi Diabetes Bisa Sebabkan Koma?
(Rizky Pradita Ananda)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.