SAAT ini Indonesia bersiap memasuki fase endemi Covid-19. Meski, pada akhirnya Badan Kesehatan Dunia (WHO) yang memiliki kuasa untuk menentukannya.
Kondisi membaik seperti yang terjadi saat ini jangan bikin Anda terlena sampai akhirnya abai pada protokol kesehatan.

Malah, disarankan agar tetap menjalankan protokol kesehatan dengan disiplin, karena itu terbukti membawa dampak baik bagi kesehatan masyarakat.
Bila abai prokes karena terlena status endemi, salah satu risiko yang bisa terjadi adalah munculnya penyakit tak biasa. Ini sangat mungkin terjadi karena 'senjata perang' yang dulunya terus diasah, lalu dibiarkan tumpul.
"Secara alami, virus akan selalu bersirkulasi apalagi jika virusnya masih ada di sekitar kita. Jadi, kalau pertahanan yang selama ini dibangun, dihilangkan begitu saja, mutasi virus baru besar kemungkinan terjadi," kata Ahli Mikrobiologi Universitas Indonesia Prof Amin Soebandrio.
Secara teori, sifat alami virus itu bermutasi. Mutasi yang terjadi tapinya tidak selalu menyebabkan masalah bagi manusia.
Ya, setiap kali virus bermutasi, 30 persen menyebabkan virusnya malah mati, 20 persen mutasi tidak menyebabkan dampak apapun, dan hanya 4-5% mutasi yang bikin virusnya fit terhadap tekanan yang kuat, misalnya dari antibodi.
Di sisi lain, Ahli Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Prof Asri C. Adisasmita menjelaskan, saat ini sudah mulai dilaporkan kasus penyakit tak biasa. Salah satunya ada pada dengue.
"Menurut beberapa laporan yang saya terima, penyakit dengue sekarang berbeda karakternya dengan dengue sebelum pandemi Covid-19. Belum diketahui apa penyebabnya, itu kenapa diperlukan penelitian lebih lanjut terkait hal tersebut," kata Prof Asri.
BACA JUGA:3 Persen Ibu Hamil di Indonesia Meninggal Dunia Hanya dalam Setahun Pandemi Covid-19
Karakter dengue di masa pandemi Covid-19 ini, kata Prof Asri, beberapa kasus dilaporkan lebih ganas atau pasien lama sembuhnya.