LESTI Kejora diketahui mengalami cedera di bagian kepala usai menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang diduga dilakukan sang suami, Rizky Billar.
Cedera kepala yang dialami Lesti Kejora disampaikan langsung oleh dokter yang menanganinya, dr. Puspa H. Widyowati di RSIA Bunda, Menteng. Secara medis, cedera kepala yang dialami Lesti, bisa berisiko berlanjut menjadi gegar otak.
"Korban kekerasan yang dipukul di wajah atau kepala, jatuh dan kepalanya terbentur, diguncang keras, atau akibat dicekik itu bisa mengalami cedera kepala bahkan mengalami TBI atau Traumatic Brain Injury yang memicu gegar otak," dikutip dari laporan Departemen Kesehatan New York, Amerika Serikat, Senin (3/10/2022).
Ada risiko gegar otak ketika seseorang alami cedera kepala, terlebih jika benturan yang terjadi di kepala sangat kuat. Tak hanya itu, cedera kepala bisa juga disebabkan cekikan atau pukulan keras di area kepala.
Maka dari itu, cedera kepala yang mengarah ke gegar otak kemungkinan bisa terjadi. Ada beberapa gejala yang bisa menjadi tandanya. Contohnya seperti dikutip dari WebMD, Senin (3/10/2022), yakni mulai dari kebingungan, depresi, merasa pusing atau ada masalah keseimbangan, daya penglihatan kabur, lesu dan lelah.
Selain itu, bisa juga merasakan sakit kepala, hilang ingatan, mual, sensitif cahaya atau berisik, mengalami gangguan tidur, sulit berkonsentrasi hingga ada kesulitan untuk mengingat.
Tanda-tanda ini mungkin dialami pada pasien dengan kondisi lebih serius dan memerlukan tindakan darurat, meliputi:
1.Perubahan ukuran pupil pada mata
2. Cairan bening atau darah mengalir dari hidung, mulut, atau telinga
3. Kejang
4. Fitur wajah rusak
5. Memar di wajah
6. Fraktur di tengkorak atau wajah
7. Gangguan pendengaran, penciuman, perasa, dan penglihatan
8. Ketidakmampuan menggerakkan satu atau lebih anggota badan
9. Sifat mudah marah
10. Pusing
11. Penurunan kesadaran
12. Susah bernapas
13. Kegelisahan
14. Sakit kepala parah
15. Penglihatan kabur atau susah berbicara
16. Leher kaku
17. Muntah
Jika Anda mengalami gejala-gejala tersebut, sangat disarankan untuk tidak melanjutkan aktivitas apapun, seraya memberitahu orang terdekat akan kondisi yang dialami. Disarankan untuk secepat mungkin mendatangi fasilitas kesehatan untuk mendapat tindakan medis.
"Mendapat pertolongan medis adalah hal penting untuk semua masalah cedera kepala, termasuk risiko gegar otak ringan hingga berat. Cedera yang tidak mendapat perawatan akan menyebabkan kecacatan dan gangguan jangka panjang," ungkap laporan tersebut.
Perlu diingat, sekalipun gegar otak jarang terjadi namun tetap tak boleh dipandang sepele. Mengingat, masalah cedera kepala berujung gegar otak ini menjadi penyebab utama kematian terkait dengan olahraga.
(Rizky Pradita Ananda)