Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dongkrak Wisatawan, Pengelola Kebun Teh Kulonprogo Tawarkan Paket Wisata Edukasi

Antara , Jurnalis-Senin, 03 Oktober 2022 |18:03 WIB
Dongkrak Wisatawan, Pengelola Kebun Teh Kulonprogo Tawarkan Paket Wisata Edukasi
Kebun teh Nglinggo, Kulonprogo, DIY (Foto: Instagram/@rimbono_homestay)
A
A
A

PENGELOLA Desa Wisata Kebun Teh Nglinggo di Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berinovasi dengan menawarkan paket edukasi hingga wahana jip guna mendongkrak kunjungan wisatawan di tengah kenaikan harga bahan bakar minyak.

"Terkait kenaikan harga BBM sementara belum begitu berdampak untuk kunjungan wisatawan di wilayah Nglinggo. Kami berlakukan tarif lama dan inovasi paket wisata yang kami tawarkan," kata Pengurus Desa Wisata Kebun Teh Nglinggo, Makful, melansir Antara.

Ia mengatakan, jumlah kunjungan masih stabil, rata-rata untuk hari Sabtu dan Minggu untuk kebun teh dan Bukit Ngisis biasanya 600 tiket terjual bisa lebih. Kunjungan wisatawan yang paling banyak Tumpeng Menoreh untuk hari Minggu bisa 1.000 tiket terjual.

BACA JUGA: Cantiknya Nuansa Riung Gunung, Kebun Teh dengan Pemandangan ala Swiss
Infografis Kebun Raya di Indonesia

"Di kawasan Kebun Teh Nglinggo dibuat spot-spot khusus untuk menarik kunjungan wisatawan dan dikenakan tarif sendiri-sendiri," katanya.

Sementara Ketua Pengurus Pokdarwis Kalibiru Sumarjana mengatakan, Jumlah kunjungan wisatawan setiap akhir pekan rata-rata per hari sebelum ada kenaikan BBM di atas 70 orang, saat ini di bawah 50 orang.

"Penurunan kunjungan wisatawan ini sangat berdampak pada pelaku wisata di Kalibiru. Retribusi yang masuk tidak menutup biaya operasional," katanya.

Saat ini, pihaknya mencoba merangkai paket-paket yang murah meriah walaupun BBM naik. "Kami harus bertahan dengan kondisi saat ini dengan adanya penurunan kunjungan wisatawan," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kulon Progo, Joko Mursito memastikan tidak ada dampak kenaikan harga BBM terhadap kunjungan wisatawan ke Kulon Progo, khususnya di desa-desa wisata. Menurutnya, kunjungan wisatawan ke Kulon Progo lebih disebabkan faktor cuaca.

"Kami tidak melihat penurunan kunjungan wisatawan karena pengaruh BBM. Yang kami tahu, penurunan kunjungan ke desa wisata karena sudah turun hujan. Sehingga wisatawan tidak nyaman lagi berwisata, apalagi wisata desa lebih mengutamakan alam, sehingga saat musik hujan menjadi persoalan sendiri," ungkap Joko.

(Rizka Diputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement