Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sering Marah hingga Tak Terkendali? Kenali 10 Gejala Kemarahan Abnormal

Kiki Oktaliani , Jurnalis-Rabu, 28 September 2022 |20:00 WIB
Sering Marah hingga Tak Terkendali?  Kenali 10 Gejala Kemarahan Abnormal
Ilustrasi marah, (Foto: Freepik)
A
A
A

RASA marah merupakan salah satu bentuk emosi normal dari setiap manusia. Setiap orang pasti pernah merasa marah.

Intensitas kemarahan dapat berkisar dari kekesalan yang mendalam hingga kemarahan yang ekstrem. Merasa marah, sebagai respons terhadap situasi tertentu di kehidupan sehari-hari adalah bentuk emosi yang sehat dan normal.

Namun tak jarang, orang sering mengalami kemarahan yang tidak terkendali dan memuncak. Dalam hal ini, kemarahan bukanlah emosi yang normal tetapi sudah jadi masalah besar.

Lalu bagaimana membedakan antara rasa marah biasa yang normal, dengan mengalami masalah terkait emosi marah yang tidak normal. Melansir Healthline, Rabu (28/9/2022) Anda bisa perhatikan beberapa tanda di bawah ini, yang mengindikasikan kemarahan Anda tidak normal, antara lain:

1. Kemarahan yang memengaruhi hubungan dan kehidupan sosial.

2. Perasaan bahwa diri harus menyembunyikan atau menahan amarah.

3. Berpikir negatif terus menerus dan fokus pada pengalaman negatif.

4. Selalu terus-menerus merasa tidak sabar dan jengkel.

5. Sering berdebat dengan orang lain, dan semakin marah dalam proses perdebatan tersebut.

6. Menjadi kasar secara fisik saat sedang marah.

7. Mengancam kekerasan terhadap orang lain atau harta benda.

8. Ketidakmampuan untuk mengendalikan kemarahan Anda.

9. Merasa terdorong untuk melakukan, atau melakukan, hal-hal kekerasan atau impulsif karena sedang merasa marah, seperti mengemudi dengan sembrono atau menghancurkan barang-barang di sekitar.

10. Menjauh dari situasi tertentu karena cemas atau tertekan tentang amarah yang bisa meledak.

Nah, apa yang bisa terjadi jika masalah kemarahan tidak ditangani? Well, jika seseorang dengan masalah kemarahan tak mengatasi hal ini, suatu hari nanti bisa meningkat ke titik bisa berpotensi melakukan sesuatu yang ekstrim dan disesali di kemudian hari, contohnya tindak kekerasan

Seseorang dengan masalah ini bisa menjadi sangat marah sehingga akhirnya menyakiti diri sendiri atau seseorang yang di sayangi tanpa bermaksud melakukannya.

BACA JUGA:Kepala Kantor Kemenag Grobogan Tewas Gantung Diri, Simak 7 Gejala Depresi Ini!

(Rizky Pradita Ananda)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement