Sebuah studi juga menunjukan, bahwa anak-anak dengan orangtua yang selingkuh, kemungkinan memiliki masalah kepercayaan dengan pasangan di masa depannya. Bahkan, anak Anda kemungkinan membemtuk persepsi negatif tentang kesetiaan. Menurut sebuah sumber terpercaya, ada anak-anak yang meniru perselingkuhan ketika mereka beranjak dewasa dan menjalin sebuah hubungan.
Beberapa keluarga mungkin bisa melewati perselingkuhan, tapi membutuhkan waktu dan terapi. Untuk melanjutkan hubungan, dibutuhkan komunikasi yang baik dan langah aktif dari pasangan, untuk mengatasi akar penyebab perselingkuhan.
Perselingkuhan juga bisa penyebabkan gejala yang mirip dengan PTSD. Selain itu juga bisa menimbulkan beberapa gejala, seperti mimpi buruk dan selalu terpikir tentang peristiwa perselingkuhan itu.
Selain itu, Anda juga mungkin mengalami hyperarousal dan menjadi reaktif pada setiap ancaman yang dirasakan pada diri kamu sendiri maupun hubunganmu. Hal tersebut mengakibatkan kamu bisa mengalami gangguan pola tidur dan makan.
(Martin Bagya Kertiyasa)