BAGI traveler yang plesiran ke Tasikmalaya, jangan lupa menilik beberapa kerajinan khas Tasikmalaya yang bisa menjadi oleh-oleh.
Tasikmalaya merupakan nama sebuah kabupaten dan kota yang terletak di arah tenggara Bandung. Kita tahu bahwa ada berbagai macam ciri khas yang menjadi ikon kota Tasikmalaya, salah satunya dari sisi kerajinan.
Saat kamu mengunjungi kota Tasikmalaya, kurang rasa nya jika pulang tidak membawa oleh-oleh.
Kerajinan khas Tasikmalaya bisa menjadi oleh-oleh yang bisa kamu berikan kepada teman maupun saudara.
Kerajinan khas Tasikmalaya ada berbagai macam, berikut empat kerajinan khas tasikmalaya yang cocok untuk dibawa pulang.
1. Payung Geulis
Payung Geulis merupakan ikon kota Tasikmalaya yang sudah ada sejak tahun 1930-an. Pertama kali diproduksi oleh salah seorang tokoh masyarakat di wilayah Kelurahan Panyingkiran, Kecamatan Indihiang.
Seperti namanya geulis diambil dari Bahasa Sunda yang artinya cantik.
Payung hasil mahakarya masyarakat Tasikmalaya ini memang terlihat cantik melalui lukisan tangan dari para pengrajinnya yang sudah turun-temurun membuat payung ini.
Payung ini terbuat dari kayu dan kertas, rangkanya terbuat dari bambu. Setelah dirangkai dan dipasangi kain dan kertas, ujung payung dirapikan dengan menggunakan kanji.
Proses pembuatan payung ini bergantung pada sinar matahari, karena setelah diberi kanji, payung dijemur hingga keras.
Setelah itu payung diberi warna dan dilukis dengan corak bunga.

2. Kelom Geulis
Masih dengan kerajinan yang geulis dari Tasikmalaya, Kelom Geulis juga menjadi kerajinan khas Tasikmalaya yang cukup populer.
Kelom Geulis merupakan sejenis sandal yang terbuat dari kayu yang dapat digunakan baik pria maupun wanita.
Kelom berasal dari bahasa Belanda “Kelompen” yang artinya sandal kayu. Sehingga bila disatukan dengan “Geulis” akan menjadi sandal yang cantik.
Kelom Geulis menjadi ikon kota Tasikmalaya, wilayah Gobras, Kecamatan Tamansari, wilayah ini juga menjadi sentra kerajinan Kelom Geulis.