BARU-BARU ini pakar keamanan pangan di Inggris mengungkapkan, tingginya kasus keracunan Listeria pada ikan siap saji, salah satunya salmon asap.
Food Standards Agency (FSA) mencatat setidaknya terdapat delapan kasus Listeriosis di Inggris yang tercatat sepanjang tahun ini, salah satunya terjadi pada wanita hamil.

Para ahli memberikan peringatan terkait bahaya listeriosis atau bakteri listeria pada kehamilan yang dapat menyebabkan keguguran dan sepsis berat (keracunan darah) atau meningitis pada bayi baru lahir.
Lantas, apakah sebenarnya bakteri listeria itu? Berikut ulasannya, dikutip dari beberapa sumber, Senin, (12/9/2022).
Bakteri listeria atau Listeria Monocytogenes adalah suatu bakteri yang dapat menyebabkan infeksi serius dan fatal pada bayi, anak-anak, orang sakit dan lanjut usia, serta orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.
Orang sehat juga dapat terinfeksi bakteri Listeria, dengan gejala jangka pendek yang muncul seperti demam tinggi, sakit kepala parah, pegal, mual, sakit perut dan diare. Listeriosis merupakan nama penyakit yang disebabkan oleh bakteri L. monocytogenes.
Gejala Listeriosis dapat muncul kapan saja yakni antara 3-70 hari pasca infeksi bakteri Listeria, rata-rata biasanya sekitar 21 hari. Gejala umumnya, yaitu demam, nyeri otot, disertai mual atau diare (kurang umum).
Jika infeksi menyebar ke sistem saraf pusat (SSP), gejala dapat mencakup sakit kepala, kaku pada leher, bingung, kehilangan keseimbangan, dan terkadang mengalami kejang.
Wanita hamil yang terinfeksi bakteri Listeria biasanya akan mengalami gejala seperti flu ringan. Namun, infeksi selama kehamilan dapat menyebabkan keguguran, infeksi pada bayi yang baru lahir, atau bayi lahir mati.
Gejala juga biasanya muncul pada bayi baru lahir di minggu pertama kehidupan, tetapi juga dapat terjadi di kemudian hari. Gejala pada bayi baru lahir sering tidak terlihat, namun dapat berupa tanda seperti lekas marah, demam, dan tidak mau makan.
Selain olahan ikan siap saji atau olahan ikan mentah, sumber penularan bakteri Listeria dapat terjadi pada beberapa aspek mulai dari pemilihan makanan, pengolahan, hingga penyajian.
Pada pemilihan makanan penularan biasanya terjadi pada produk seperti susu mentah, susu yang proses pasteurisasinya kurang benar, keju (terutama jenis keju yang dimatangkan secara lunak), es krim, sayuran mentah, sosis dari daging mentah yang difermentasi, daging unggas mentah dan yang sudah dimasak, serta semua jenis daging mentah.
BACA JUGA:Doyan Sleepover Date, Awas 3 Bakteri Ini Mengintaimu!
Pada saat pengolahan makanan, juga dapat terjadi penularan jika menggunakan alat masak yang telah terkontaminasi L. monocytogenes.